Beranda
Seputar Publik / Berita

Program Pendidikan Berbasis Masjid Al Ma’mur Resmi Dimulai, Pencak Silat Jadi Pembuka Pembinaan Generasi

Program pembinaan berbasis masjid dorong karakter, keterampilan, dan cegah pengaruh negatif seperti judi online serta pergaulan bebas
AIPTU Slamet Riyadi (kemeja batik) saat membuka acara Biro Pendidikan dan Keterampilan (Birpendik) di Masjid Al Ma'mur, Kapuk, Cengkareng Jakarta Barat AIPTU Slamet Riyadi (kemeja batik) saat membuka acara Biro Pendidikan dan Keterampilan (Birpendik) di Masjid Al Ma'mur, Kapuk, Cengkareng Jakarta Barat

Seputarpublik.com, JAKARTA — Biro Pendidikan dan Keterampilan (Birpendik) Masjid Al Ma’mur, Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, resmi meluncurkan program pembinaan generasi muda berbasis masjid.

Kegiatan ini diawali dengan pembukaan kelas pencak silat sebagai langkah awal dari rangkaian program pendidikan dan keterampilan yang bersifat jangka panjang.

Program tersebut merupakan inisiatif Slamet Riyadi, anggota kepolisian aktif berpangkat AIPTU, yang berkolaborasi dengan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al Ma’mur, PPS Congkok Indonesia (PPSCI), serta Karang Taruna Kelurahan Kapuk.

Ke depan, Birpendik Al Ma’mur tidak hanya berfokus pada pencak silat, tetapi juga akan membuka berbagai kelas umum, seperti Bahasa Arab, Bahasa Inggris, matematika, tahfiz Al-Qur’an, serta beragam keterampilan lainnya.

Slamet Riyadi menegaskan bahwa program ini dirancang sebagai gerakan sosial berbasis relawan yang berorientasi pada pembinaan karakter generasi muda.

“Kegiatan ini adalah program jangka panjang yang digerakkan oleh para relawan. Tujuannya bukan hanya memberikan keterampilan, tetapi juga membentuk karakter anak-anak agar memiliki akidah, akhlak, serta mental dan spiritual yang kuat,” ujar Slamet dalam keterangannya, Minggu (3/5/2026)

Menurut dia, pencak silat dipilih sebagai langkah awal karena tidak hanya merupakan warisan budaya bangsa, tetapi juga sarat dengan nilai-nilai pendidikan karakter.

“Melalui pencak silat, anak-anak diajarkan disiplin, tanggung jawab, serta nilai-nilai keimanan. Harapannya, ketika mereka kelak menjadi pemimpin, mereka menjadi sosok yang amanah dan membangun, bukan meruntuhkan,” katanya.

Dukungan terhadap program ini juga datang dari perguruan silat PPS Congkok Indonesia. Ketua perguruan, Bahtiar Jam'an, yang dikenal sebagai Abah Meong, menyebut program ini sejalan dengan visi organisasinya dalam membina generasi muda, khususnya usia sekolah.

“Kami sangat mendukung penuh kegiatan ini. Pencak silat bukan sekadar bela diri, tetapi juga sarana pembentukan karakter, akhlak, dan jati diri anak-anak bangsa,” ujar Abah Meong.

Ia juga menyoroti pentingnya menghidupkan kembali nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Betawi yang mulai tergerus zaman.

“Dulu orang tua kita punya moto 3S: sholat, silat, dan sholawat. Itu adalah fondasi kehidupan. Sekarang kita hidupkan kembali, bahkan kita tambahkan dengan sains agar generasi ke depan tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga cerdas secara intelektual,” tuturnya.

Melalui integrasi nilai keagamaan, budaya, dan ilmu pengetahuan, program Birpendik Al Ma’mur diharapkan mampu melahirkan generasi yang sehat, cerdas, berakhlakul karimah, serta memiliki integritas dalam memimpin di masa depan.(*/hel)