Penghargaan ini terbuka bagi peneliti aktif dengan jenjang jabatan fungsional mulai dari Peneliti Ahli Pertama hingga Peneliti Ahli Utama, dengan tetap memperhatikan standar integritas dan profesionalisme perusahaan.
Seleksi Ketat Berdasarkan Kinerja Penelitian
Proses seleksi dilakukan secara objektif dengan menilai kinerja para peneliti selama periode 2024–2025.
Beberapa aspek penilaian yang digunakan meliputi capaian penghargaan ilmiah, publikasi penelitian, pengembangan prototipe teknologi, kepemilikan Hak Kekayaan Intelektual (HKI), komersialisasi hasil riset, kolaborasi riset dan bisnis, serta kegiatan diseminasi inovasi.
Berdasarkan keputusan dewan juri, penghargaan ORA 2026 diberikan kepada:
Terbaik 1: Yora Faramitha
Terbaik 2: Brahmani Dewa Bajra
Terbaik 3: Mohamad Irfan Fathurrohman
Sementara kategori Harapan diberikan kepada:
Harapan 1: Arinta Rury Puspitasari
Harapan 2: Sigit Ismawanto
Harapan 3: Niken Puspita Sari
Perkuat Ekosistem Riset dan Hilirisasi Inovasi
Melalui program ORA, PT Riset Perkebunan Nusantara berupaya mendorong terciptanya ekosistem riset yang unggul, kolaboratif, dan berorientasi pada dampak nyata bagi pengembangan industri perkebunan.
Ke depan, perusahaan berkomitmen mempercepat hilirisasi inovasi serta memperkuat sinergi antara riset dan model bisnis, guna mendukung pertumbuhan berkelanjutan sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi industri perkebunan nasional.
Langkah ini juga sejalan dengan agenda transformasi Holding Perkebunan Nusantara dalam memperkuat daya saing industri perkebunan Indonesia di tingkat global.(Adv)*
Komentar