Beranda
Seputar Publik / Berita

PT Riset Perkebunan Nusantara dan IRRDB Gelar Seminar Internasional Karet 2026 di Bali, Bahas Ketahanan Ekonomi Industri Karet Global

Holding Perkebunan Nusantara melalui Pusat Penelitian Karet bersama IRRDB mempertemukan pakar, pemerintah, akademisi, dan pelaku industri dari berbagai negara untuk merumuskan strategi memperkuat daya saing, keberlanjutan, dan nilai tambah industri karet alam dunia.
Seminar internasional industri karet digelar di Bali, Bahas ketahanan ekonomi dan rantai pasok karet global, Perkuat kolaborasi riset dan inovasi lintas negara. Seminar internasional industri karet digelar di Bali, Bahas ketahanan ekonomi dan rantai pasok karet global, Perkuat kolaborasi riset dan inovasi lintas negara.

Seputarpublik.com || BALI – PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN) melalui Pusat Penelitian Karet, sebagai bagian dari Holding Perkebunan Nusantara, bekerja sama dengan International Rubber Research and Development Board (IRRDB) menyelenggarakan IRRDB Socio-Economic Seminar 2026 pada 30 Juni–2 Juli 2026 di Hotel Aryaduta, Kuta, Bali.

Mengusung tema "Strengthening Economic Resilience and Value Addition in the Global Natural Rubber Supply Chain", seminar internasional ini menjadi forum strategis yang mempertemukan peneliti, pembuat kebijakan, pelaku industri, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan dari sejumlah negara untuk membahas tantangan serta peluang pengembangan industri karet alam global.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh sejumlah perwakilan pemerintah, asosiasi industri, dan organisasi internasional, di antaranya Wakil Sekretaris Jenderal IRRDB Dr. Wan Abdul Rahaman, Direktur Hasil Hutan dan Industri Perkebunan Direktorat Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian RI, Direktur Sabah Rubber Industry Board (Malaysia), Ketua International Rubber Consortium (IRCo), Ketua Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (GAPKINDO), serta Ketua Asosiasi Produsen Ban Indonesia (APBI).

Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dan lintas negara dalam memperkuat daya saing serta keberlanjutan industri karet alam.

Seminar dibuka oleh Direktur PT Riset Perkebunan Nusantara, Dr. Iman Yani Harahap, yang menyoroti berbagai tantangan global yang memengaruhi industri karet, mulai dari ketidakpastian geopolitik hingga meningkatnya biaya produksi.

Dalam sambutannya, Dr. Iman Yani Harahap menyampaikan bahwa meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah telah berdampak terhadap pasar energi dunia, yang berimplikasi pada kenaikan harga minyak serta meningkatnya biaya produksi di berbagai sektor.

> "Sebagai produsen karet alam terbesar kedua di dunia, Indonesia menghadapi tantangan berupa meningkatnya biaya logistik, transportasi, serta harga pupuk yang semakin membebani sektor perkebunan karet. Melalui seminar ini, kami berharap lahir berbagai gagasan, rekomendasi, dan solusi praktis untuk menjawab tantangan sosial ekonomi yang terus berkembang dalam industri karet global," ujar Dr. Iman Yani Harahap.

Seminar ini diikuti oleh lebih dari 80 peserta yang berasal dari Jepang, Malaysia, Thailand, India, Singapura, Sri Lanka, Vietnam, dan Indonesia.

Peserta berasal dari berbagai kalangan, antara lain lembaga penelitian, perusahaan perkebunan dan industri karet, asosiasi petani, organisasi internasional, lembaga pembangunan, perguruan tinggi, instansi pemerintah, hingga sektor perbankan.

Keikutsertaan berbagai institusi tersebut mencerminkan kuatnya kolaborasi internasional dalam mendukung pengembangan industri karet alam yang lebih tangguh, berkelanjutan, dan memiliki daya saing tinggi di pasar global.

Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai agenda yang meliputi pemaparan materi utama, sesi teknis, diskusi ilmiah, serta berbagi pengalaman dengan menghadirkan para pakar dari negara-negara anggota IRRDB, organisasi internasional, akademisi, dan pelaku industri.

Melalui penyelenggaraan IRRDB Socio-Economic Seminar 2026, PT Riset Perkebunan Nusantara bersama IRRDB berharap dapat memperkuat sinergi internasional dalam merumuskan strategi untuk meningkatkan ketahanan ekonomi, keberlanjutan, nilai tambah, serta daya saing industri karet alam di tingkat global.(Adv)*