Beranda
Seputar Publik / Berita

PTPN I Perkuat Pemasaran Produk Retail, Bidik 15 Ribu Titik Penjualan dan Perluas Pasar Ekspor Asia Tenggara

PTPN I mempercepat transformasi menjadi perusahaan agribisnis modern dengan memperkuat bisnis retail, mengembangkan produk bernilai tambah, serta memperluas jaringan distribusi nasional dan pasar ekspor.
PTPN I memperkuat pemasaran produk retail melalui jaringan lebih dari 15 ribu titik penjualan di Indonesia, sekaligus menyiapkan ekspansi produk bernilai tambah ke pasar Asia Tenggara sebagai bagian dari transformasi bisnis agribisnis modern. PTPN I memperkuat pemasaran produk retail melalui jaringan lebih dari 15 ribu titik penjualan di Indonesia, sekaligus menyiapkan ekspansi produk bernilai tambah ke pasar Asia Tenggara sebagai bagian dari transformasi bisnis agribisnis modern.

Seputarpublik.com || JAKARTA – PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) terus memperkuat transformasi bisnis dengan mengakselerasi pemasaran produk retail sebagai bagian dari strategi pengembangan usaha pascarestrukturisasi BUMN Perkebunan. Meski komoditas karet masih menjadi penopang utama perusahaan, PTPN I kini semakin fokus mengembangkan komoditas sekunder dan tersier, seperti teh, kopi, tembakau, serta berbagai produk pangan siap konsumsi yang memiliki nilai tambah lebih tinggi.

Langkah tersebut merupakan bagian dari strategi refocusing perusahaan untuk memperkuat daya saing sekaligus memperluas pangsa pasar melalui pengembangan bisnis hilir yang berorientasi pada kebutuhan konsumen.

Saat ini, produk retail PTPN I telah dipasarkan melalui lebih dari 15 ribu titik penjualan di seluruh Indonesia. Jaringan tersebut meliputi supermarket, minimarket, toko grosir, warung, hingga berbagai platform marketplace. Selain itu, sejumlah hotel berbintang dalam jaringan perhotelan internasional, kafe, serta gerai gaya hidup juga telah menggunakan produk teh, kopi, dan gula produksi PTPN I.

Direktur Utama PTPN I, Abdul Rivai Ras, mengatakan transformasi bisnis retail menjadi salah satu fondasi penting dalam perjalanan perusahaan menuju agribisnis modern yang mampu menghasilkan produk bernilai tambah.

> "Di sektor retail ini memang sangat ketat. Produsen swasta sudah sangat padat dan kompetisinya juga sangat ketat. Namun, kami optimistis memiliki pangsa pasar yang besar dengan mengandalkan kualitas terbaik, diproduksi di dalam negeri, serta edukasi kepada konsumen. Hal ini telah kami buktikan melalui pertumbuhan pasar yang cukup signifikan dalam dua tahun terakhir," ujar Abdul Rivai Ras di Jakarta, Jumat (31/7/2026).

Menurutnya, tren healthy lifestyle menjadi salah satu peluang strategis untuk memperluas pasar produk-produk perkebunan berkualitas yang diproduksi PTPN I.

Transformasi Menuju Agribisnis Modern

Abdul Rivai menjelaskan, penguatan bisnis retail merupakan bagian dari transformasi perusahaan dari bisnis berbasis komoditas menjadi perusahaan agribisnis modern yang menghasilkan produk hilir dengan nilai ekonomi lebih tinggi.

> "Transformasi bisnis retail menjadi bagian penting dalam perjalanan PTPN I. Kami ingin memastikan produk perkebunan yang berasal dari kebun sendiri dapat hadir lebih dekat dengan masyarakat melalui merek yang kuat, kualitas yang terjamin, serta inovasi produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen," katanya.

Ia menambahkan, pengembangan pasar retail juga sejalan dengan program hilirisasi yang terus didorong pemerintah guna meningkatkan daya saing industri perkebunan nasional.

Melalui penguatan produk olahan, pembangunan merek (branding), serta perluasan jaringan distribusi, komoditas perkebunan diharapkan mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar sekaligus memberikan manfaat bagi perekonomian nasional.

Penjualan Teh, Kopi, dan Gula Terus Bertumbuh

PTPN I mencatat penjualan produk teh retail meningkat sekitar 12 persen sepanjang 2025. Pertumbuhan tersebut didorong oleh pengembangan produk specialty tea, seperti teh putih dan teh hijau premium, yang menyasar konsumen dengan preferensi terhadap produk berkualitas tinggi.

Di sektor kopi, permintaan terhadap kopi kemasan juga mengalami peningkatan seiring berkembangnya tren konsumsi kopi rumahan. Produk single origin berbahan baku Arabika maupun Robusta dari kebun milik PTPN I mendapat respons positif karena menawarkan karakter cita rasa khas dari daerah asal.

Sementara itu, untuk produk gula retail, perusahaan terus menjaga ketersediaan gula kemasan satu kilogram sebagai bentuk dukungan terhadap stabilitas pangan nasional melalui jaringan distribusi yang semakin luas.

Digitalisasi dan Standar Mutu Jadi Prioritas

Dalam meningkatkan daya saing produk retail, PTPN I terus memperkuat strategi digitalisasi melalui pengembangan official store di berbagai platform marketplace, inovasi kemasan, serta integrasi sistem stok digital dengan jaringan distributor di berbagai daerah.

> "Kepercayaan konsumen dibangun melalui kualitas yang konsisten. Karena itu, aspek mutu, sertifikasi, inovasi kemasan, dan pengalaman pelanggan menjadi perhatian utama PTPN I dalam mengembangkan produk retail yang berkelanjutan," ujar Abdul Rivai.

Selain itu, perusahaan juga mempertahankan standar kualitas melalui berbagai sertifikasi, seperti Halal, SNI, dan ISO, sebagai bentuk komitmen terhadap keamanan produk dan kepercayaan konsumen.

PTPN I juga memperkuat sinergi antar-BUMN melalui kolaborasi dengan jaringan distribusi pangan nasional guna memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan ketersediaan produk perkebunan di berbagai wilayah Indonesia.

Siapkan Produk Baru dan Perluas Ekspor

Memasuki tahun 2026, PTPN I menyiapkan sejumlah produk retail baru yang mengusung konsep healthy lifestyle, sekaligus memperluas ekspor produk kemasan ke kawasan Asia Tenggara.

Strategi tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkuat posisinya sebagai perusahaan agribisnis modern yang mampu menghadirkan produk hilir berkualitas, bernilai tambah, dan memiliki daya saing di pasar global.

> "Ke depan, PTPN I akan terus memperkuat transformasi bisnis dengan menghadirkan produk perkebunan yang unggul, inovatif, dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. Kami ingin menjadikan PTPN I tidak hanya kuat dari sisi produksi, tetapi juga memiliki daya saing dalam menghadirkan produk hilir berkualitas," tutup Abdul Rivai Ras.(Red)*