Seputarpublik.com, Tapanuli Selatan — Proses pemulihan pascabencana di Batang Toru, Tapanuli Selatan, kini bergerak melampaui pembangunan fisik. Di tengah relokasi dan pembangunan hunian baru, PTPN IV PalmCo memperluas fokus pada pemulihan trauma ibu dan anak, menegaskan bahwa penyintas bencana membutuhkan pemulihan mental sama pentingnya dengan infrastruktur.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kelanjutan program pendampingan psikososial dan trauma healing yang kini diperkuat dengan kolaborasi bersama BenihBaik.com, setelah sebelumnya menggandeng Yayasan Pulih. Inisiatif terbaru mencakup bantuan sepatu sekolah gratis dan paket nutrisi bagi warga terdampak.
Aktivitas pemulihan berpusat di Pondok Rangkul, Afdeling I Kebun Hapesong, yang menjadi ruang aman bagi warga, relawan, psikolog, serta anak-anak untuk memulihkan rasa percaya diri dan ketenangan pascabencana.
Pemulihan Tak Berhenti pada Bangunan
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menegaskan bahwa pemulihan sejati tidak berhenti ketika rumah selesai dibangun.
> “Infrastruktur itu penting, tetapi manusia di dalamnya jauh lebih penting. Kami ingin memastikan warga benar-benar siap secara mental dan sosial untuk melanjutkan hidupnya,” ujarnya saat meninjau kegiatan di Pondok Rangkul.
Ia menambahkan, kehadiran PTPN IV di Batang Toru bukan respons jangka pendek.
> “Trauma tidak bisa disembuhkan dengan cepat. Karena itu, kami memilih berjalan bersama masyarakat, bukan datang lalu pergi.”
Program pendampingan ini dirancang dalam tiga fase dan akan berlangsung hingga empat bulan ke depan, termasuk pelatihan keterampilan produktif bagi ibu-ibu seperti menjahit dan membuat kue untuk mempercepat pemulihan ekonomi keluarga.
Mengembalikan Rutinitas dan Kepercayaan Diri Anak
Anak-anak menjadi fokus utama program. Pendekatan trauma healing dilakukan dengan mengembalikan rutinitas sederhana yang sempat terputus, terutama kembali bersekolah dengan perlengkapan layak.
Puluhan pasang sepatu sekolah baru dibagikan. Bagi anak-anak penyintas, sepatu bukan sekadar alas kaki, melainkan simbol dimulainya kembali langkah yang sempat terhenti.
Guru setempat, Dameria, melihat perubahan nyata pada murid-muridnya.
> “Anak-anak kembali percaya diri. Mereka datang ke sekolah dengan senyum. Sepatu ini bukan hanya alas kaki, tetapi semangat baru,” tuturnya haru.
Nutrisi untuk Ketahanan Fisik
Selain pendampingan psikologis, perhatian juga diberikan pada kondisi fisik warga melalui distribusi paket nutrisi guna menjaga stamina di masa transisi menuju hunian baru.
Kepala Desa Simatohir, Junaidi Pohan, menyebut bantuan tersebut sangat membantu warga.
> “Warga butuh tenaga dan kesehatan untuk memulai lagi. Bantuan nutrisi ini sangat membantu kami agar tetap kuat menjalani proses pemulihan,” katanya.
Model Pemulihan Holistik
Pendiri BenihBaik.com, Andi F. Noya, menilai pendekatan PTPN IV PalmCo sebagai contoh pemulihan pascabencana yang holistik.
> “Mendampingi penyintas dengan Psychological First Aid, lalu memperkuatnya dengan bantuan nyata seperti nutrisi dan perlengkapan sekolah, inilah model ideal pemulihan,” ujarnya.
Program di Pondok Rangkul dijadwalkan berlangsung hingga April 2026 dengan dukungan psikolog profesional dari Yayasan Pulih. Konsistensi ini mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan.
Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu, menyatakan PTPN IV telah melampaui peran korporasi.
> “PTPN IV hadir bukan sebagai perusahaan semata, tetapi sebagai keluarga bagi masyarakat,” ucapnya.
Melalui pendekatan ini, diharapkan penyintas Batang Toru tidak hanya menempati rumah baru, tetapi juga memiliki ketangguhan mental, kesehatan, dan harapan baru untuk menatap masa depan. (*/red)
Caption Foto
Kegiatan pendampingan psikososial dan trauma healing ibu dan anak penyintas bencana di Pondok Rangkul, Batang Toru, Tapanuli Selatan, yang difasilitasi PTPN IV PalmCo bersama mitra sosial.