“Pelatihan ini harus diikuti dengan serius dan penuh komitmen. Saya berharap seluruh peserta tidak hanya memahami materi secara teoritis, tetapi juga mampu mengimplementasikannya secara nyata di masing-masing afdeling. Optimasi fruit set dan fruit to bunch bukan sekadar angka, melainkan kunci peningkatan produktivitas kebun yang berdampak langsung pada kinerja pabrik,” ujarnya.
Ia juga mendorong seluruh peserta untuk melakukan knowledge sharing kepada rekan kerja di unit masing-masing, serta memastikan seluruh proses dan hasil pelatihan terdokumentasi dengan baik sebagai bagian dari sistem manajemen perusahaan.
Sementara itu, Kepala Bagian SDM & Sistem Manajemen PTPN IV Regional V, Donny Usman, menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif terkait peluang peningkatan produktivitas kebun melalui pendekatan oil content.
“In House Training ini memberikan pemahaman mengenai pentingnya kualitas fisik tandan serta kandungan minyak dalam buah. Keduanya sangat menentukan mutu bahan baku yang diolah di PKS. Kami berharap peserta mampu mengimplementasikan praktik teknis di lapangan dengan target fruit set dan fruit to bunch yang optimal, sehingga produksi kebun dan pabrik meningkat secara berkelanjutan,” jelasnya.
Melalui pelatihan ini, perusahaan menargetkan terjadinya peningkatan kompetensi teknis di tingkat lapangan secara berkesinambungan. Selain itu, langkah ini juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam meningkatkan produktivitas, efisiensi operasional, serta daya saing industri sawit nasional di pasar global.
Dengan penguatan kapasitas SDM dan penerapan praktik agronomi yang tepat, PTPN IV Regional V optimistis mampu menghasilkan bahan baku berkualitas tinggi yang berdampak langsung pada peningkatan kinerja perusahaan secara menyeluruh.(Adv)*
Komentar