Yang perlu kita apresiasi lagi, sambung H. Ajo, anggaran perjalanan tersebut bukan berasal dari APBD, melainkan dari investor proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL), sehingga tidak termasuk gratifikasi.
“Itu perlu diluruskan. Anggaran ke China bukan dari uang negara, tetapi dari investor PSEL. Jadi bukan gratifikasi,” tegasnya.
Selain mendorong solusi dari sisi pemerintah dan investor, H. Ajo juga mengingatkan lepada masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan, salah satunya dengan tidak membakar sampah sembarangan untuk mengurangi volume sampah.
“Kesadaran masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan itu penting karena bisa menimbulkan polusi dan masalah kesehatan,” tuturnya.
H. Ajo berharap adanya sinergi antara pemerintah, DPRD, investor dan masyarakat dalam mengatasi persoalan darurat sampah yang semakin kompleks di Kota Bekasi.
“Ini tanggung jawab bersama. Kalau tidak ditangani serius, dampaknya akan semakin luas,” pungkasnya.
(Red)
Komentar