Beranda
Seputar Publik / Nusantara

Reses di Medan Satria H. Ajo Soroti Darurat Sampah di Kota Bekasi Yang Kian Memprihatinkan

Anggota DPRD Kota Bekasi, H. Suryo Harjo dalam giat reses II tahun 2026 yang digelar di Gang Mutiara Jalan Sultan Agung RT 02 RW 03 Kelurahan Medan Satria Kecamatan Medan Satria, Kamis (9/7/2026). Anggota DPRD Kota Bekasi, H. Suryo Harjo dalam giat reses II tahun 2026 yang digelar di Gang Mutiara Jalan Sultan Agung RT 02 RW 03 Kelurahan Medan Satria Kecamatan Medan Satria, Kamis (9/7/2026).

Seputarpublik.comKota Bekasi – Darurat sampah di Kota Bekasi yang kondisinya kian memprihatinkan menjadi sorotan Anggota DPRD Kota Bekasi, H. Suryo Harjo dalam giat reses II tahun 2026 yang digelar di Gang Mutiara Jalan Sultan Agung RT 02 RW 03 Kelurahan Medan Satria Kecamatan Medan Satria, Kamis (9/7/2026).

Menurut anggota dewan fraksi partai Golkar ini, Jika kondisi ini dibiarkan berlarut larut Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah-di Bantargebang tak bisa lagi menampung dan sampah akan menggunung, dikhawatirkan gunungan sampah tersebut akan mengalami lomgsor kembali seperti yang telah terjadi beberapa waktu lalu yang memakan korban jiwa .

“Maka dari itu kondisii ini harus segera ditangani umtuk mencegah longsor agar tidak jatuh korban lagi," ujarnya.

Menurut H. Ajo, upaya pencegahan jangka panjang yang perlu didorong adalah menghadirkan investor untuk pengolahan sampah berbasis teknologi, termasuk pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL).

Langkah Pemerintah Kota Bekasi yang dipimpin Wali Kota Tri Adhianto bersama Ketua DPRD dan jajaran yang melakukan kunjungan ke China untuk mempelajari cara mengolah sampah menjadi energi listrik merupakan langkah konkret dalam upaya pencegahan jangka panjang.

“Kunjungan tersebut perlu diapresiasi karena membawa misi yang sangat penting dalam rangka mengurangi volume sampah di Kota Bekasi,” ujarnya.

Yang perlu kita apresiasi lagi, sambung H. Ajo, anggaran perjalanan tersebut bukan berasal dari APBD, melainkan dari investor proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL), sehingga tidak termasuk gratifikasi.

“Itu perlu diluruskan. Anggaran ke China bukan dari uang negara, tetapi dari investor PSEL. Jadi bukan gratifikasi,” tegasnya.

Selain mendorong solusi dari sisi pemerintah dan investor, H. Ajo juga mengingatkan lepada masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan, salah satunya dengan tidak membakar sampah sembarangan untuk mengurangi volume sampah.

“Kesadaran masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan itu penting karena bisa menimbulkan polusi dan masalah kesehatan,” tuturnya.

H. Ajo berharap adanya sinergi antara pemerintah, DPRD, investor dan masyarakat dalam mengatasi persoalan darurat sampah yang semakin kompleks di Kota Bekasi.

“Ini tanggung jawab bersama. Kalau tidak ditangani serius, dampaknya akan semakin luas,” pungkasnya.

(Red)