Beranda
Seputar Publik / Nusantara

Sengkarut Polemik di NTB Mall, IKM Binaan Disdag Meminta Direktur NTB Mall Diganti

Seputarpublik, Mataram – Dipandang sudah tidak bijak lagi memimpin dan mengelola NTB Mall beberapa IKM mewakili ratusan IKM dan UMKM meminta kepada Gubernur Nusa Tenggara Barat untuk mengganti Direktur NTB Mall supaya di ganti dengan yang baru. Sebab di sinyalir selama kepemimpinannya pengelolaan NTB Mall sudah tidak profesional lagi dan tebang pilih terhadap produk IKM yang menjadi binaan Disdag ( Dinas Perdagangan ) Provinsi NTB.

Sayangnya dari kejadian ini
UPTD BP3UD ( Unit Pelaksana Tugas Dinas, Balai Promosi dan Pemasaran Produk Unggulan Daerah ) Dinas Perdagangan Provinsi NTB yang bertanggung jawab tentang pengelolaan NTB MALL dinilai lemah dan sudah berubah, yang seharusnya UPTD menjadi pembimbing NTB Mall malah seakan pengelola NTB Mall lah yang mendominasi kebijakan pengelolaan tersebut.

Polemik ini terjadi dikarenakan pengelola NTB Mall yang di motori oleh Direktur inisial IPN dinilai tebang pilih terhadap Pelaku Ekonomi Kreatif IKM ( Industri Kecil Menengah ) binaan Dinas Perdagangan Provinsi NTB.

Hal ini terkait dengan banyaknya produk- produk IKM yang tidak terakomodir dengan profesional. Kejadian ini sudah sering terjadi dan terindikasi hanya IKM dan UMKM relasi sang direktur sajalah yang dimainkan.

Ironisnya ke depan jika polemik ini tidak segera di selesaikan maka ratusan IKM / UMKM mengancam akan menarik produk – produk mereka dan tidak mau lagi bekerjasama dengan NTB Mall. Jika ini terjadi maka Provinsi Nusa Tenggara Barat akan kehilangan momen untuk menampilkan produk produk dari IKM unggulan yang sudah go nasional bahkan ada yang sudah go Internasional.

Beberapa IKM yang mewakili dari ratusan IKM dan UMKM yang kecewa dengan pengelolaan NTB Mall angkat bicara, seperti pemilik Dapur Aisyah di Mataram yang mengeluh tentang produk Kuliner Legend ciptaannya yaitu Ayam Taliwang Cookis yang dengan susah payah membuatnya, sebulan yang lalu diminta oleh UPTD Disdag Provinsi untuk di masukkan dan di display ke NTB Mall, namun yang sangat mengecewakan bahwa munculnya produk yang sama dari kompetitor lain yang di sinyalir dari binaanya sang direktur dimasukkan untuk menggeser prodak dari IKM Dapur Aisyah tersebut. Alhasil dari kejadian itu ribuan produk di order namun dari produk Dapur Aisyah tidak satupun yang di pasarkan.

” Berlakulah adil jangan ada diskriminasi terhadap IKM. Kami dalam hal ini mencari keadilan dan profesionalisme pengelola NTB Mall saja dan kami minta di hargai. Itu saja. Bayangkan saja saya ini bukan IKM abal abal, Prestasi ayang cookies ini di kompetisi mondelez international 2022 menjadi, Best food menu Best marketing promotion Best packaging design. Dari 783 IKM kuliner seluruh indonesia. Dapur aisyah masuk 5 besar nasional. Juga menjadi juara 1 mondelez international competition untuk kategori best packaging design. Ayo lah bersama-sama membangun NTB ini lewat UKM ” Ungkapnya.

Begitu pula dengan pemilik IKM Delicioussus Pastry Mataram yang beberapa bulan yang lalu di tunjuk oleh Disdag dan pengelola NTB Mall untuk ikut program Grebeg UKM dan saat itu dirinya sudah mempersiapkan produk Unggulannya serta kesiapan lain yang menghabiskan anggaran puluhan juta rupiah. Namun yang sangat mengecewakan bahwa pada saat sehari sebelum hari pelaksanaan event tersebut, pihak NTB Mall membatalkannya secara sepihak. Dengan alasan IKM nya tidak masuk kriteria UKM.

” Aneh sekali kejadian itu, padahal saya sebagai pelaku IKM binaan Disperindag yang sudah memiliki ijin resmi kok di bilang tidak masuk kriteria. itu membuat saya sangat kecewa. Dan hasil yang saya telusuri ternyata pimpinan NTB Mall lah yang tidak menyetujui nya.” Ungkapnya.

Seharusnya Dinas Perdagangan memilih direktur yang bisa netral terhadap IKM. Dan tidak ada kepentingan yang memihak kepada golongan IKM tertentu saja. Sekarang ini sudah terbukti, lebih baik di ganti saja pimpinan NTB Mall dengan yang baru, yang kebih baik. Kami juga meminta dengan hormat kepada Gubernur NTB untuk memberikan atensi terhadap kasus ini. tambahnya.

Hal yang sama juga di alami oleh pemilik IKM Bale Kreatif Mataram yang produk-produk IKM nya tidak di akomodir dengan serius diri nya menyesalkan sikap yang tidak elegan dalam pengelolaan salah satu divisi program unggulan Gubernur NTB ini yaitu NTB Mall.

” Ini menunjukkan sikap yang tidak profesional sebagai pucuk pimpinan pengelola NTB Mall sampai memblokir nomer handphon kami, sikap ini kami nilai sudah kelewatan dan harus segera di luruskan. Kalau bisa di ganti sajalah dengan yang baru yang lebih baik dan lebih profesional lagi,” tegasnya.

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Baiq Nelly Yuniarti, AP, M.Si saat di konfirmasi wartawan di kantornya, Jumat (04/05/3023) mengatakan, pada dasarnya Dinas perdagangan adalah pembina IKM, dan fungsi kami adalah membina.

“Mulai kemarin kami sudah memberikan keputusan kepada pengelola NTB Mall bahwa segala permasalahan yang terjadi dengan IKM dan UMKM Pengelola tidak berwenang memutuskan. Kamilah Disdag melalui UPTD BP3UD yang akan membuat keputusan dan menjawab segala persoalan dengan IKM.” ( Team SP).