Lebaran Betawi kini tidak sekadar menjadi ajang halal bihalal, tetapi juga festival budaya yang menghadirkan berbagai tradisi khas seperti nyorog, lenong, hingga gambang kromong, serta melibatkan kolaborasi antara Pemprov DKI Jakarta dan Bamus Betawi.
Jejak Panjang Sang Tokoh
Selain dikenal sebagai penggagas Lebaran Betawi, Bang Uwo juga memiliki rekam jejak panjang dalam dunia politik dan organisasi. Lahir di kawasan Cikini Ampiun, Jakarta Pusat, ia pernah menjabat sebagai anggota DPRD DKI Jakarta selama empat periode (1982–2004), mewakili Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Golkar.
Ia juga aktif dalam organisasi keagamaan seperti Nahdlatul Ulama dan Gerakan Pemuda Ansor sejak usia muda. Sosoknya dikenal mampu menjembatani berbagai kepentingan lintas kalangan, mulai dari birokrat hingga masyarakat akar rumput.
Bagi generasi muda Betawi, Bang Uwo bukan hanya tokoh, tetapi juga mentor dan panutan yang terbuka dalam berdiskusi, termasuk dalam isu sosial dan politik.
Mendorong Betawi Berpendidikan dan Perempuan Berdaya
Di balik kiprahnya, Bang Uwo memiliki visi besar untuk mendorong lahirnya “Betawi sekolaan” atau masyarakat Betawi yang berpendidikan. Ia juga dikenal sebagai tokoh yang memperjuangkan peran perempuan Betawi, salah satunya melalui dukungannya terhadap pembentukan Persatuan Wanita Betawi pada 1983.
Komentar