Seputar Publik / Opini

Sinyal Ganda Donald Trump ke Iran Bikin Sekutu Bingung: Diplomasi Digaungkan, Militer Justru Dikerahkan

Pernyataan kontradiktif Presiden Amerika Serikat memicu ketidakpastian global, saat jalur negosiasi dibuka namun pengerahan pasukan terus meningkat di tengah ketegangan dengan Iran.
Heru Riyadi, Penasehat AMKI & Dosen FH Universitas Pamulang. Heru Riyadi, Penasehat AMKI & Dosen FH Universitas Pamulang.

“Saya tidak tahu apa yang mereka coba lakukan,” ujar seorang diplomat Asia kepada Politico, menggambarkan ketidakjelasan strategi AS.

Diplomat lainnya juga menyebut bahwa baik Gedung Putih maupun Departemen Luar Negeri belum memberikan penjelasan rinci terkait arah kebijakan militer, terutama di tengah peningkatan kehadiran pasukan AS di kawasan.

Pengerahan Militer Picu Kekhawatiran Eskalasi

Amerika Serikat diketahui telah mengerahkan ribuan personel tambahan, termasuk Marinir dan unit dari Divisi Lintas Udara ke-82, sebagai bentuk kesiapan menghadapi potensi konflik terbuka.

Di sisi lain, Trump mengklaim adanya upaya menuju negosiasi, termasuk penghentian sementara serangan terhadap infrastruktur energi Iran selama sepuluh hari. Ia menyebut langkah tersebut dilakukan “sesuai permintaan Pemerintah Iran” dan bahwa proses negosiasi “berjalan dengan sangat baik.”

Namun, klaim tersebut dibantah oleh pihak Iran yang menegaskan tidak pernah mengajukan permintaan tersebut. Bahkan, sejumlah mediator yang dikutip oleh The Wall Street Journal menyebut bahwa Teheran tidak mengajukan permintaan apa pun.

Analis senior dari International Crisis Group, Ali Vaez, menilai langkah AS tidak konsisten. “Jika Trump serius tentang de-eskalasi, dia akan menunda pengerahan pasukan,” ujarnya.

Dampak Ekonomi dan Kekhawatiran Sekutu

Tulis Komentar

Komentar