Survei GRC juga mencatat responden yang belum menentukan pilihan dalam survei Pilkada Kaltim 2024 tersebar di tujuh kabupaten dan tiga kota di Kaltim. Mereka yang belum menentukan pilihan mayoritas berasal dari kalangan pemilih pemula.
“Dari 10,4% yang belum menentukan pilihan, mayoritas adalah pemilih pemula. Meskipun terdapat 10,4% pemilih yang belum menetapkan pilihan, tren yang ada saat ini menunjukkan potensi besar bagi pasangan Rudy Mas’ud – Seno Aji untuk memenangkan Pilkada Kaltim,” kata Alfian.
Dikatakan, dukungan terhadap pasangan Rudy Mas’ud – Seno Aji yang saat ini berada di angka 57,8% diprediksi akan terus meningkat seiring dengan semakin gencarnya kampanye serta komunikasi yang intensif kepada pemilih.
Terutama, lanjutnya, di kalangan muda yang merupakan pemilih mayoritas di Pilkada Kaltim 2024 dan akan menjadi fokus utama.
Diungkapkan, melihat tren saat ini serta kerja keras tim pemenangan di lapangan dalam satu bulan ke depan, pasangan Rudy Mas’ud – Seno Aji bisa menembus dukungan lebih dari 60%.
“Apalagi, hasil survei menunjukkan prosentase kemantapan responden untuk memilih pasangan Rudy Mas’ud – Seno Aji mencapai 90,6%, sedangkan kemantapan untuk memilih pasangan Isran Noor dan Hadi Mulyadi prosentasenya sebesar 60,9%,” ujar Alfian.
Hasil survei juga menunjukkan bahwa mayoritas warga Kaltim tidak puas dengan kinerja Isran Noor dan Hadi Mulyadi, dengan raihan approval rating mencapai 60,8%.
“Yang merasa puas hanya 36,1%, sementara yang menilai kurang puas dengan kinerja Isran Noor dan Hadi Mulyadi mencapai 44,3%. Kemudian, tidak puas sama sekali sebanyak 16,5%, dan yang tidak tahu/tidak jawab 3,1%,” kata Alfian.
Dijelaskan, survei ini dilakukan pada 12-21 Oktober 2024 melibatkan populasi survei terdiri atas warga negara Indonesia yang tinggal di Kalimantan Timur dan memiliki hak pilih dalam Pemilu.
Yakni, mereka yang berusia 17 tahun atau lebih atau sudah menikah ketika survei dilakukan. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode multistage random sampling yang diikuti sebanyak 1.800 responden.
“Wawancara dilakukan secara tatap muka, dengan margin of error sekitar 2,31% pada tingkat kepercayaan 95%,” pungkasnya.
Komentar