Tiga pilar tersebut menjadi landasan penting dalam membangun pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga pembentukan karakter keislaman dan kemampuan mengamalkan ilmu dalam kehidupan nyata.
Pesan tersebut terasa relevan di tengah tantangan pendidikan masa kini. Peserta didik tidak cukup hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga harus mempunyai landasan akidah yang kuat, akhlak yang baik, serta keterampilan untuk menyelesaikan persoalan di lingkungan sekitarnya.
Melalui jambore, nilai-nilai itu diupayakan hadir dalam pengalaman langsung. Kegiatan berkemah, latihan keterampilan, kerja sama kelompok, dan pembiasaan disiplin menjadi ruang pendidikan yang melengkapi proses belajar di sekolah.
Tiga Hari Mengasah Ketangkasan dan Kemandirian
Sementara itu, Sekretaris Perguruan Attaqwa, Dr. H. Khaerul Umam Noer, menjelaskan bahwa jambore dirancang sebagai ajang silaturahmi sekaligus sarana praktik kepramukaan. Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan keterampilan, ketangkasan, kebersamaan, serta pengalaman belajar di luar lingkungan sekolah.
“Jambore ini bukan sekadar pertemuan anggota Pramuka dari berbagai sekolah Attaqwa. Kami ingin menjadikannya sebagai ruang silaturahmi, mempererat persaudaraan, dan memberikan pengalaman belajar yang nyata melalui kegiatan kepramukaan,” jelas Khaerul Umam Noer.
Komentar