Ia berpesan agar para peserta menjadikan setiap kegiatan selama perkemahan sebagai proses pembelajaran, bukan sekadar rutinitas atau hiburan. Menurutnya, pengalaman yang diperoleh saat ini diharapkan menjadi bekal bagi generasi penerus Attaqwa untuk mengambil peran lebih besar dalam kehidupan masyarakat pada 20 hingga 30 tahun mendatang.
“Gunakan kesempatan ini untuk menempa diri. Jagalah akhlak, latih kedisiplinan, dan biasakan diri menjaga ketertiban serta keamanan lingkungan. Apa yang kalian pelajari hari ini mudah-mudahan menjadi bekal untuk membawa manfaat bagi Attaqwa, umat, dan bangsa pada masa depan,” pesannya.
Tiga Pilar Pendidikan: Benar, Pintar, dan Terampil
Dalam kesempatan tersebut, KH. Irfan Mas’ud juga mengingatkan para guru dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan agar senantiasa menjaga cita-cita pendidikan yang dirintis oleh KH Noer Alie. Ia menekankan bahwa seluruh sekolah di bawah Perguruan Attaqwa memiliki tanggung jawab bersama untuk meneruskan visi pendidikan sang pendiri, tanpa membedakan asal satuan pendidikan.
“Dari sekolah mana pun kita berasal, kita semua adalah satu keluarga besar Attaqwa. Karena itu, kita harus menjaga cita-cita pendidikan yang diwariskan KH Noer Alie. Pendidikan kita harus melahirkan generasi yang benar akidah dan akhlaknya, pintar wawasan keilmuannya, dan terampil menerapkan ilmunya di lingkungan masyarakat,” tegasnya.
Komentar