Seputar Publik / Berita

Tito Karnavian: Banyak Warga Punya Rumah Jadi Tolok Ukur Keberhasilan Kepala Daerah

Mendagri Dorong Pemda Dukung Program 3 Juta Rumah Presiden Prabowo, Percepat Hunian Layak dan Pembiayaan Perumahan di Kalbar
Mendagri Tito Karnavian menegaskan kepemilikan rumah layak huni menjadi tolok ukur keberhasilan kepala daerah. Dalam sosialisasi program perumahan di Singkawang, ia mendorong dukungan penuh Pemda terhadap Program 3 Juta Rumah Presiden Prabowo Subianto, termasuk kebijakan pembiayaan, pembebasan BPHTB dan PBG, serta peningkatan kualitas hunian demi mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Mendagri Tito Karnavian menegaskan kepemilikan rumah layak huni menjadi tolok ukur keberhasilan kepala daerah. Dalam sosialisasi program perumahan di Singkawang, ia mendorong dukungan penuh Pemda terhadap Program 3 Juta Rumah Presiden Prabowo Subianto, termasuk kebijakan pembiayaan, pembebasan BPHTB dan PBG, serta peningkatan kualitas hunian demi mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Ia menjelaskan, persoalan perumahan masih menjadi tantangan besar secara nasional. Puluhan juta masyarakat masih belum memiliki rumah atau tinggal di hunian tidak layak. Karena itu, pemerintah pusat memberi perhatian serius melalui berbagai kebijakan dan terobosan pembiayaan.

Upaya tersebut tidak hanya menyasar pembangunan rumah baru, tetapi juga perbaikan rumah tidak layak huni. Pemerintah memanfaatkan berbagai skema pembiayaan, termasuk dukungan sektor perbankan dan sinergi lintas sektor guna mempercepat realisasi program.

Tito menilai pembangunan perumahan memiliki efek berganda (multiplier effect) terhadap perekonomian, mulai dari sektor perbankan, industri bahan bangunan, transportasi, hingga pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Dalam kesempatan itu, ia juga mengapresiasi pemerintah daerah yang telah menerbitkan kebijakan pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) serta retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Kebijakan tersebut dinilai mampu menekan biaya pembangunan sehingga harga rumah menjadi lebih terjangkau.

Mendagri mendorong pemerintah daerah di Kalimantan Barat untuk meningkatkan realisasi kebijakan tersebut. Regulasi yang telah diterbitkan, menurutnya, harus diikuti implementasi nyata agar berdampak langsung bagi masyarakat.

Selain itu, Tito menekankan pentingnya dukungan Pemda terhadap program gentengisasi yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Ia menyoroti kualitas dan estetika hunian, khususnya di Singkawang sebagai kota wisata. Penggunaan atap yang lebih estetis seperti genteng dinilai dapat memperkuat daya tarik kota sekaligus membuka peluang pengembangan industri lokal.

“Jadi tolong buat program juga yang non-seng lah. Seng tuh oke, murah, tapi enggak asri,” ujarnya.

Ia mengingatkan, pembangunan perumahan tidak hanya berfokus pada jumlah unit, tetapi juga kualitas visual kawasan permukiman, terutama di daerah yang mengandalkan sektor pariwisata.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie, serta pejabat terkait lainnya. (red)*

Tulis Komentar

Komentar