Seputar Publik / Berita

UHAMKA Beri Pendampingan Antisipasi Toxic Relationship dalam Komunikasi Keluarga Fatherless

Tim Pengabdian Masyarakat UHAMKA membekali guru MI Muhammadiyah 01 Ciputat dengan edukasi komunikasi keluarga dan upaya menjaga kesehatan mental anak dalam kondisi fatherless.
Tim Pengabdian Masyarakat UHAMKA memberikan pendampingan kepada para guru MI Muhammadiyah 01 Ciputat terkait antisipasi toxic relationship dalam komunikasi keluarga fatherless. Tim Pengabdian Masyarakat UHAMKA memberikan pendampingan kepada para guru MI Muhammadiyah 01 Ciputat terkait antisipasi toxic relationship dalam komunikasi keluarga fatherless.

Selain itu, kegiatan tersebut juga ditujukan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran mengenai berbagai upaya yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi pola hubungan dan komunikasi yang tidak sehat dalam keluarga.

“Kehilangan atau kurangnya figur ayah sebagai sumber dukungan emosional dan role model memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami kesulitan mengelola emosi, hingga mengalami masalah kesehatan mental seperti depresi, kecemasan, ketidakstabilan psikologis, serta gangguan komunikasi dan perilaku,” ujar Novi.

Ia menjelaskan, kondisi fatherless dapat terjadi dalam berbagai situasi, antara lain karena pekerjaan ayah yang mengharuskan meninggalkan keluarga dalam waktu cukup lama, perceraian kedua orang tua, ayah meninggal dunia, ayah menelantarkan anak, maupun kondisi ketika ayah tidak mengakui anaknya.

Menurutnya, keberadaan figur ayah dalam kehidupan anak dapat berperan dalam memberikan stabilitas, perlindungan, serta rasa aman.

Sementara itu, anggota tim, Dr. Silvie Mil, M.Pd., menyampaikan bahwa mitra sasaran sebelumnya belum memperoleh sosialisasi secara khusus mengenai dampak toxic relationship terhadap komunikasi dalam keluarga dengan kondisi fatherless.

Tulis Komentar

Komentar