“Hal inilah yang memunculkan gagasan tim Pengabdian Masyarakat UHAMKA untuk bergerak melakukan pendampingan antisipasi toxic relationship pada komunikasi keluarga fatherless,” tutur Dr. Titis Gandariani, M.I.Kom., yang juga merupakan anggota tim.
Peserta Aktif Mengikuti Pendampingan

Program Kemitraan Masyarakat tersebut berlangsung sesuai dengan rencana yang telah disusun. Kegiatan juga mendapat sambutan positif dari para peserta.
Hal tersebut terlihat dari keaktifan peserta dalam mengikuti rangkaian kegiatan secara konsisten hingga kegiatan berakhir.
Dalam pelaksanaannya, peserta juga menunjukkan perubahan positif, khususnya dalam meningkatkan sikap proaktif dan responsif terhadap upaya menjaga kesehatan mental siswa yang berada dalam kondisi fatherless.
Tim UHAMKA juga mendorong para guru agar tidak bersikap permisif terhadap pola komunikasi atau hubungan yang berpotensi memberikan dampak negatif terhadap perkembangan siswa.
Melalui kegiatan pendampingan tersebut, UHAMKA berharap para guru dapat memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai komunikasi keluarga, sekaligus mampu berperan dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung kesehatan mental dan perkembangan peserta didik.(Red.)*
Komentar