Selama ini, produk sayuran organik yang dipasarkan KWT Mawar 07 masih menggunakan kemasan plastik polos tanpa identitas maupun informasi produk. Kondisi tersebut dinilai membatasi daya saing sekaligus nilai tambah produk di pasar.
Melalui program ini, Universitas YARSI memperkenalkan konsep Smart Packaging, yaitu kemasan yang dilengkapi QR Code. Saat dipindai menggunakan telepon pintar, konsumen dapat mengakses berbagai informasi, mulai dari proses budidaya, jaminan mutu produk, profil kelompok tani, hingga foto dan video edukasi.
QR Code tersebut juga terhubung dengan laman resmi Desa Mandalamekar sehingga konsumen dapat mengenal lebih jauh potensi pertanian desa serta aktivitas Kelompok Wanita Tani Mawar 07.
> "Melalui Smart Packaging, kami ingin menunjukkan bahwa kemasan bukan sekadar pembungkus, tetapi juga menjadi media komunikasi yang mampu membangun kepercayaan konsumen terhadap produk organik petani lokal," ujar Ketua Tim PKM Universitas YARSI, Rini Hidayati.
Dorong Daya Saing Produk Organik Lokal
Ketua KWT Mawar 07, Mira Nurlailah, menyambut positif program pendampingan tersebut. Menurutnya, inovasi yang diperkenalkan tidak hanya menambah wawasan anggota kelompok, tetapi juga memberikan keterampilan yang dapat langsung diterapkan dalam kegiatan usaha sehari-hari.
Komentar