Ia berharap penggunaan Smart Packaging mampu meningkatkan daya tarik sekaligus nilai jual berbagai hasil panen organik, seperti sawi, bayam, kangkung, dan selada yang menjadi produk unggulan kelompok.
Program ini juga mendapat dukungan Pemerintah Desa Mandalamekar. KWT Mawar 07 merupakan salah satu pelaku usaha binaan BUMDes yang selama ini fokus pada budidaya dan pemasaran sayuran organik.
Pendampingan Intensif Selama Delapan Bulan
Sebagai tindak lanjut, tim PKM Universitas YARSI akan memberikan pendampingan selama delapan bulan yang mencakup pemilihan bahan kemasan, penyusunan desain label, pembuatan QR Code, hingga simulasi pemasaran digital berbasis web agar produk memiliki jangkauan pasar yang lebih luas.
> "Teknologi tidak sesulit yang kita bayangkan. Kami siap mendampingi Bapak dan Ibu sekalian hingga sukses menerapkannya di usaha masing-masing," kata Elan Suherlan saat menutup sesi pelatihan.
Kolaborasi Akademisi dan Masyarakat
Program ini juga menjadi sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa Universitas YARSI. Enam mahasiswa dari Program Studi Akuntansi, Manajemen, dan Teknologi Informasi terlibat dalam penyusunan modul, dokumentasi kegiatan, hingga monitoring pelaksanaan pelatihan di lapangan.
Kolaborasi lintas disiplin tersebut diharapkan semakin memperkuat sinergi antara dunia akademik dan masyarakat dalam menghadirkan solusi nyata bagi pengembangan ekonomi desa.
Melalui pendekatan partisipatif, Universitas YARSI berharap penerapan Smart Packaging dapat menjadi standar baru pengemasan produk KWT Mawar 07. Selain meningkatkan nilai tambah dan memperkuat identitas merek, inovasi ini juga diharapkan membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk pertanian organik Desa Mandalamekar.
Program tersebut turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 2 (Tanpa Kelaparan), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), sekaligus memperkuat peran BUMDes dalam mendorong ekonomi kreatif berbasis pertanian di tingkat desa.(*/hel)
Komentar