Seputar Publik / Berita

100 Tahun Ali Sadikin: Budayawan Ungkap Warisan Besar Bang Ali yang Menjadikannya Gubernur Paling Visioner dalam Sejarah Jakarta

Diskusi publik di Taman Ismail Marzuki menegaskan peran Ali Sadikin dalam mengangkat budaya Betawi sebagai identitas Jakarta melalui kebijakan, pembangunan lembaga kebudayaan, serta penguatan seni, bahasa, dan tradisi yang tetap relevan hingga kini.
Budayawan, akademisi, dan pegiat budaya mengenang 100 tahun kelahiran Ali Sadikin dalam diskusi di Taman Ismail Marzuki. Kepemimpinan Bang Ali dinilai menjadi tonggak penting dalam menjadikan budaya Betawi sebagai identitas utama Jakarta. Budayawan, akademisi, dan pegiat budaya mengenang 100 tahun kelahiran Ali Sadikin dalam diskusi di Taman Ismail Marzuki. Kepemimpinan Bang Ali dinilai menjadi tonggak penting dalam menjadikan budaya Betawi sebagai identitas utama Jakarta.

Ia menambahkan, perhatian Ali Sadikin tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga menyentuh berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari penataan lingkungan permukiman, administrasi kependudukan, hingga fasilitas pemakaman.

Dalam kesempatan yang sama, Fauziah Shahab menyebut Institut Kesenian Jakarta (IKJ) sebagai salah satu warisan terbesar Ali Sadikin di bidang seni dan kebudayaan.

Menurutnya, IKJ telah melahirkan banyak seniman, budayawan, dan insan kreatif yang berkontribusi besar terhadap perkembangan seni Indonesia.

> "IKJ menjadi kawah candradimuka lahirnya banyak seniman terbaik bangsa. Itu merupakan warisan luar biasa dari Bang Ali," ujarnya.

Fauziah menilai Ali Sadikin layak dikenang sebagai salah satu gubernur terbaik yang pernah dimiliki Jakarta karena memiliki visi kebudayaan yang jauh melampaui zamannya.

Di sisi lain, Sekretaris Jenderal Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB), Imbong Hasbullah, mengatakan peringatan satu abad kelahiran Ali Sadikin menjadi momentum penting untuk memperkuat kembali sinergi pelestarian budaya Betawi.

Menurutnya, berbagai lembaga yang lahir pada masa kepemimpinan Ali Sadikin, seperti Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB), Institut Kesenian Jakarta (IKJ), Dewan Kesenian Jakarta (DKJ), dan Akademi Jakarta, kini kembali membangun kolaborasi dalam memperkuat bahasa, tradisi, dan identitas budaya Jakarta.

Tulis Komentar

Komentar