“Etnis Betawi termasuk kelompok besar di Indonesia dengan persentase sarjana yang cukup tinggi. Ini menunjukkan fondasi kuat untuk terus maju,” katanya.
Ia mendorong generasi muda Betawi untuk berani mengambil peluang beasiswa dan pendidikan luar negeri.
“Kalau kita bisa bertahan di Jakarta, berarti bisa hidup di mana saja. Tinggal kemauan untuk terus belajar,” ujarnya.
Shandy juga menegaskan pentingnya menjaga identitas budaya.
“Diaspora itu tugasnya memperkuat jejaring dan membawa nama baik budaya Betawi di dunia. Jangan pernah malu bilang gue anak Betawi, karena kita sekeren itu,” tuturnya.
Dian Nurhayati: Belajar dan Tumbuh di Negeri Orang
Sementara itu, Dian Nurhayati, yang kini menetap di Qatar, berbagi kisah adaptasinya di lingkungan internasional.
“Awal tinggal di luar negeri memang banyak penyesuaian, tapi dari situ saya belajar banyak hal,” katanya.
Menurutnya, kemampuan berbahasa dan keterbukaan terhadap budaya adalah kunci sukses.
“Selain bahasa, kita juga harus berani mengeksplor diri dan terus belajar di mana pun berada,” ujarnya.
Dian aktif memperkenalkan budaya Betawi lewat kegiatan komunitas di Qatar.
“Kami ingin menunjukkan bahwa orang Betawi punya karakter kuat, terbuka, dan mampu beradaptasi di mana saja,” tambahnya.
Komentar