Seputar Publik / Berita

Anak Betawi Mendunia, dari Rawa Belong hingga Finlandia!

Menurut Marullah, kini saatnya orang Betawi keluar dari zona nyaman. “Anak Betawi jangan jadi katak dalam tempurung. Saatnya menjelajah, belajar, dan berpengaruh di mana pun berada,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran masyarakat Betawi dalam memajukan ibu kota.

   “Jakarta hari ini menuju kota global. Tugas kita bersama menjadikan Jakarta sejajar dengan kota-kota besar dunia tanpa kehilangan jati diri Betawi,” ucapnya.

FGD ini dimoderatori oleh H. Fikrie Isnaeni, S.Kom, anak dari salah satu pendiri Permata MHT, almarhum H. Djabir Chaidir Fadhil.

Tokoh Betawi Prof. Sylviana Murni juga turut hadir secara daring. Ia menyebut, anak Betawi kini sudah jauh lebih maju dan berkiprah di berbagai bidang.

   “Saya baru saja mendeklarasikan Betawi Akademia, wadah para profesor asli anak Betawi. Saat ini sudah ada 39 orang, dan akan terus bertambah,” ujarnya.

Sylviana berpesan, "sehebat apa pun seseorang, adab dan akhlak tetap nomor satu.

   “Saya sendiri sampai hari ini masih belajar mengaji di LBIQ,” ucapnya sambil tersenyum.

Shandy F. Aditya: Betawi Sekeren Itu!

Dari Finlandia, Shandy F. Aditya menilai masyarakat Betawi punya potensi besar untuk bersaing di kancah global.

Tulis Komentar

Komentar