Seputar Publik / Berita

Bang Foke: Warisan Terbesar Ali Sadikin Bukan Gedung, tetapi Menyelamatkan Budaya Betawi sebagai Identitas Jakarta

Fauzi Bowo menegaskan Ali Sadikin meletakkan fondasi pelestarian budaya Betawi melalui pendirian Taman Ismail Marzuki dan Lembaga Kebudayaan Betawi, sekaligus mendorong penghormatan lebih besar terhadap sejarah Jakarta.
Mantan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo (Bang Foke) saat menyampaikan Memorial Lecture 100 Tahun Ali Sadikin, menegaskan bahwa warisan terbesar Bang Ali adalah keberhasilannya menyelamatkan budaya Betawi sebagai identitas Jakarta di tengah modernisasi. Mantan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo (Bang Foke) saat menyampaikan Memorial Lecture 100 Tahun Ali Sadikin, menegaskan bahwa warisan terbesar Bang Ali adalah keberhasilannya menyelamatkan budaya Betawi sebagai identitas Jakarta di tengah modernisasi.

> "Saya gembira Bang Ali mengambil inisiatif mendirikan Lembaga Kebudayaan Betawi. Dengan kepemimpinan beliau dan meningkatnya kesadaran masyarakat Betawi terhadap budayanya sendiri, budaya Betawi tetap tumbuh dan berkembang di Jakarta yang terus berubah," tutur Foke.

Ia menambahkan, Ali Sadikin juga memberikan ruang bagi berkembangnya media dan komunitas kebudayaan dengan tetap menjaga independensi para pelaku seni.

Pemimpin Visioner yang Berpikir Melampaui Zamannya

Dalam pandangan Foke, Ali Sadikin merupakan pemimpin visioner yang memiliki cara berpikir jauh melampaui zamannya.

Selain memberi perhatian besar pada sektor kebudayaan, Ali Sadikin juga dikenal sebagai pelopor penggunaan komputer di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada 1969 serta menyusun master plan pembangunan Jakarta secara komprehensif.

> "Kalau beliau sudah yakin dengan suatu gagasan, beliau akan mempertahankannya secara konsisten," ujar Foke.

Ia juga mengusulkan agar Memorial Lecture Ali Sadikin dijadikan agenda tahunan sebagai bagian dari perjalanan Jakarta menuju usia lima abad.

Dorong Penghargaan Lebih Besar bagi Ali Sadikin

Pada akhir pemaparannya, Foke menyampaikan masukan terhadap penyelenggaraan pameran dokumentasi 100 Tahun Ali Sadikin di Taman Ismail Marzuki.

Menurutnya, dokumentasi yang ditampilkan masih dapat disempurnakan agar lebih mencerminkan besarnya jasa Ali Sadikin dalam membangun Jakarta. Ia berharap pengumpulan arsip sejarah dilakukan lebih komprehensif, termasuk menelusuri dokumen dari luar negeri apabila diperlukan.

Foke juga mengungkapkan bahwa pihaknya tengah mengusulkan Ali Sadikin untuk memperoleh gelar Pahlawan Nasional. Apabila usulan tersebut disetujui pemerintah, ia berharap dapat digelar pameran dokumentasi berskala besar di Balai Kota Jakarta sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan kontribusi Bang Ali.

Menurutnya, penghargaan terhadap sejarah dan tokoh-tokoh yang berjasa akan semakin memperkuat identitas Jakarta sebagai kota yang modern sekaligus berakar pada nilai-nilai budaya.

> "Bagi saya, sampai hari ini tidak ada simbol yang lebih kuat menggambarkan visi kebudayaan Bang Ali selain Taman Ismail Marzuki," pungkasnya. (*/hel)

Tulis Komentar

Komentar