Seputar Publik / Berita

Bang Foke: Warisan Terbesar Ali Sadikin Bukan Gedung, tetapi Menyelamatkan Budaya Betawi sebagai Identitas Jakarta

Fauzi Bowo menegaskan Ali Sadikin meletakkan fondasi pelestarian budaya Betawi melalui pendirian Taman Ismail Marzuki dan Lembaga Kebudayaan Betawi, sekaligus mendorong penghormatan lebih besar terhadap sejarah Jakarta.
Mantan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo (Bang Foke) saat menyampaikan Memorial Lecture 100 Tahun Ali Sadikin, menegaskan bahwa warisan terbesar Bang Ali adalah keberhasilannya menyelamatkan budaya Betawi sebagai identitas Jakarta di tengah modernisasi. Mantan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo (Bang Foke) saat menyampaikan Memorial Lecture 100 Tahun Ali Sadikin, menegaskan bahwa warisan terbesar Bang Ali adalah keberhasilannya menyelamatkan budaya Betawi sebagai identitas Jakarta di tengah modernisasi.

Seputarpublik.com || JAKARTA – Mantan Gubernur DKI Jakarta periode 2007–2012, Fauzi Bowo (Bang Foke), menilai warisan terbesar Ali Sadikin bukan hanya pembangunan fisik Ibu Kota, melainkan keberhasilannya menempatkan kebudayaan sebagai hak publik yang harus dijamin negara. Menurutnya, cara pandang tersebut menjadi fondasi penting yang membuat Jakarta berkembang sebagai kota modern tanpa kehilangan identitas budayanya.

Pernyataan itu disampaikan Bang Foke saat menjadi pembicara dalam Memorial Lecture penutup rangkaian peringatan 100 Tahun Ali Sadikin yang berlangsung pada 7–14 Juli 2026.

Menurut Foke, sejak memimpin Jakarta pada 1968, Ali Sadikin telah memandang kebudayaan sebagai public good atau barang publik yang memiliki kedudukan sejajar dengan layanan pendidikan dan kesehatan.

> "Kebudayaan adalah barang publik. Tidak harus mendatangkan keuntungan, tetapi wajib ada," ujar Bang Foke, Selasa (14/7/2026).

TIM Jadi Simbol Kebebasan Berkesenian

Foke menjelaskan, prinsip tersebut diwujudkan melalui pembangunan Taman Ismail Marzuki (TIM) sebagai pusat kesenian Jakarta.

Tulis Komentar

Komentar