Selain itu, bazar juga menghadirkan 49 tenant Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan pasar yang dikelola Pasar Jaya. Kehadiran pelaku UMKM ini menjadi sarana promosi sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi kerakyatan di Jakarta.
Seluruh transaksi dalam bazar tersebut telah menggunakan sistem pembayaran digital melalui QRIS yang didukung oleh Bank Jakarta.
Pramono mengungkapkan, antusiasme masyarakat terhadap kegiatan ini sangat tinggi. Bahkan, sejumlah pengunjung datang dari berbagai wilayah yang cukup jauh dari Balai Kota untuk memanfaatkan program sembako murah tersebut.
“Tadi saya sempat bertanya kepada pengunjung dari mana mereka datang, dan ternyata ada yang berasal dari wilayah yang cukup jauh. Artinya, mereka datang secara khusus untuk memanfaatkan bazar ini,” katanya.
Ke depan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana memperluas kegiatan serupa dengan menggelarnya di kantor-kantor wali kota hingga wilayah Kepulauan Seribu.
Selain bazar UMKM dan program sembako murah, kegiatan ini juga diisi dengan santunan bagi anak yatim piatu serta hiburan sebagai bagian dari semangat berbagi dan kebersamaan selama Ramadan.(*/hel)
Komentar