“Sudah saatnya anak-anak Betawi menulis tentang kampung-kampungnya sendiri, menulis pengalaman di kampung yang berubah, bertumbuh, dan berkembang seiring pembangunan kota Jakarta,” kata Syakur yang pernah berkarier sebagai jurnalis di Tempo.
Dokumentasi Sejarah dan Aspirasi Warga Betawi
Menurut Syakur, buku 500 Cerita Betawi dan Jakarta diharapkan menjadi dokumentasi penting yang dapat menjadi referensi dalam pembangunan Jakarta di masa depan.
“Buku ini diharapkan menjadi pondasi pembangunan kota Jakarta ke depan, sekaligus menjadi vocal point keinginan masyarakat Betawi sebagai masyarakat inti Jakarta terhadap pembangunan kotanya di masa mendatang,” jelasnya.
Ia juga mengajak berbagai pemangku kepentingan untuk mendukung program tersebut, mulai dari tokoh Betawi, akademisi, jurnalis, hingga pemerintah daerah, khususnya Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik DKI Jakarta.
“Program ini tentu bukan hal mudah, tetapi bukan mustahil jika dilakukan bersama-sama melalui kolaborasi dan sinergi demi Betawi,” tambahnya.
Budaya Betawi Bagian Penting Identitas Jakarta
Dalam diskusi tersebut turut hadir jurnalis senior sekaligus budayawan, N. Syamsuddin Ch. Haesy. Ia menilai budaya Betawi merupakan bagian penting dari identitas Kota Jakarta yang harus terus dirawat di tengah perkembangan kota metropolitan.
Komentar