> "Bagi kami, pemberdayaan bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi membangun kapasitas dan menciptakan ekosistem usaha yang memungkinkan masyarakat tumbuh bersama perusahaan. Ketika pandai besi lokal mampu meningkatkan kualitas, memperkuat kelembagaan, dan masuk ke dalam rantai pasok industri, di situlah program pemberdayaan menghasilkan dampak yang nyata dan berkelanjutan," ujar Jatmiko.
Menurutnya, keterlibatan IKM lokal dalam memenuhi kebutuhan alat operasional perkebunan juga menjadi bagian dari strategi memperkuat rantai pasok domestik sekaligus meningkatkan penggunaan produk dalam negeri.
> "Industri perkebunan memiliki rantai nilai yang panjang dan harus mampu membuka ruang sebesar-besarnya bagi pelaku usaha lokal. Kami ingin kebutuhan operasional perusahaan menjadi peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar. Karena itu, IKM tidak cukup hanya dibantu untuk bertahan, tetapi juga harus didorong naik kelas, memiliki standar, kepastian pasar, dan daya saing," tambahnya.
Program pemberdayaan tersebut tidak hanya berfokus pada bantuan sarana produksi, tetapi juga mencakup penguatan tata kelola usaha, peningkatan kapasitas produksi, pemenuhan aspek legalitas, serta standardisasi produk agar memenuhi kebutuhan industri.
Hasil pembinaan mulai menunjukkan dampak nyata. Di lingkungan PTPN IV Regional II, dua koperasi binaan telah mendistribusikan 19.579 unit alat operasional perkebunan dengan estimasi nilai pendapatan lebih dari Rp500 juta.
Komentar