Seputar Publik / Berita

Holding Perkebunan Nusantara Perkuat IKM Lokal, PalmCo Dorong Pandai Besi Naik Kelas Jadi Pemasok Industri Sawit Nasional

Melalui Program TJSL, PTPN IV PalmCo membina enam IKM pandai besi di Sumatera Utara dan Riau agar mampu memenuhi standar industri, memperkuat kelembagaan, serta menjadi bagian dari rantai pasok perkebunan kelapa sawit.
Salah satu diantara pelaku IKM pandai besi binaan dalam program pemberdayaan TJSL. Program ini mendorong pelaku usaha lokal di Sumatera Utara dan Riau naik kelas menjadi pemasok peralatan operasional industri kelapa sawit nasional. Salah satu diantara pelaku IKM pandai besi binaan dalam program pemberdayaan TJSL. Program ini mendorong pelaku usaha lokal di Sumatera Utara dan Riau naik kelas menjadi pemasok peralatan operasional industri kelapa sawit nasional.

> "Yang ingin kita bangun adalah kemandirian. Perusahaan hadir untuk membuka akses, memperkuat kapasitas, dan menciptakan peluang. Tujuan akhirnya adalah agar pelaku usaha memiliki kelembagaan yang kuat, produk berkualitas, pasar yang berkelanjutan, dan kemampuan untuk terus berkembang. Ketika usaha lokal tumbuh, lapangan kerja tercipta, ekonomi daerah bergerak, dan rantai pasok perusahaan semakin kuat," tutur Jatmiko.

Keberhasilan program juga dirasakan langsung oleh pelaku usaha binaan. Pimpinan CV Mola Maju Basamo, Desrico Apriyus, mengungkapkan dukungan PalmCo menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan usahanya saat pandemi COVID-19.

> "Saat pandemi hampir semua orang kesulitan menjual produk. Namun PTPN hadir menyerap hasil produksi kami, memberikan pembinaan, dan membantu kami tetap berproduksi di tengah situasi yang sulit," ungkap Desrico.

Kemitraan tersebut kemudian berkembang melalui dukungan permodalan senilai Rp800 juta, yang mendorong konsolidasi bengkel-bengkel kecil menjadi sentra usaha yang lebih produktif dan memiliki tata kelola yang semakin baik.

Melalui Program TJSL, Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV PalmCo menegaskan komitmennya untuk memastikan keberadaan industri perkebunan memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Program ini menjadi bukti bahwa pemberdayaan yang terintegrasi mampu membuka akses pasar, meningkatkan daya saing usaha lokal, memperkuat rantai pasok industri sawit nasional, sekaligus mendorong IKM Indonesia naik kelas secara berkelanjutan.(Adv)*

Tulis Komentar

Komentar