Ia berharap komoditas perkebunan seperti kelapa sawit, teh, dan kopi dapat lebih efisien terhubung dengan buyer internasional yang telah terverifikasi.
“Fokus kami ke depan adalah mengoptimalkan ruang lingkup promosi dagang bersama yang tertuang dalam kesepakatan agar realisasi ekspor perusahaan dapat tumbuh secara terukur,” jelasnya.
InaExport Hadirkan Lima Layanan Utama
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Fajarini Puntodewi menjelaskan bahwa InaExport kini dikembangkan dengan sejumlah layanan untuk mendukung kebutuhan eksportir.
Lima layanan utama tersebut meliputi asesmen Cek Ekspor, sandbox dan chatbot simulasi biaya atau kalkulator ekspor, layanan inquiry untuk mempertemukan permintaan buyer dengan eksportir, dashboard intelijen pasar, serta integrasi layanan pendukung seperti logistik dan pembiayaan.
Fajarini juga menyampaikan adanya peningkatan penggunaan platform sejak InaExport mulai mengalami transformasi dalam beberapa bulan terakhir.
“Hingga September 2026 ini, pengakses InaExport meningkat hampir 500 persen dari tahun sebelumnya, yakni mencapai 866.000 pengakses dengan 15.000 anggota yang sudah terverifikasi,” terang Fajarini.
Komentar