“Di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi, media dituntut semakin adaptif tanpa meninggalkan prinsip-prinsip dasar jurnalistik. Kecepatan memang penting, tetapi akurasi, verifikasi, keberimbangan, dan kepentingan publik harus tetap menjadi landasan utama,” katanya.
Dadang juga menekankan pentingnya kolaborasi dan silaturahmi antarlembaga, organisasi pers, media, pemerintah, serta berbagai pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem pers yang sehat.
Menurutnya, pers yang kuat tidak hanya ditentukan oleh kemampuan beradaptasi terhadap teknologi, tetapi juga oleh konsistensi menjaga profesionalisme, independensi, integritas, dan kepercayaan publik.
Anugerah Jurnalistik MH Thamrin-PWI DKI Jakarta ke-52/2026 menjadi ruang untuk memberikan penghargaan terhadap karya jurnalistik sekaligus mempertemukan berbagai unsur dalam ekosistem pers dan pemerintahan.
Momentum tersebut juga diharapkan dapat semakin mendorong lahirnya karya-karya jurnalistik berkualitas yang mampu memberikan informasi, edukasi, sekaligus kontribusi positif bagi masyarakat.
Bagi AMKI, perkembangan industri media di era konvergensi menuntut organisasi dan perusahaan pers untuk terus melakukan inovasi. Namun, transformasi digital tetap harus ditempatkan sebagai sarana untuk memperkuat fungsi pers, bukan mengurangi prinsip-prinsip fundamental jurnalistik.
Dengan semangat kolaborasi dan profesionalisme, insan pers diharapkan mampu terus menjaga kepercayaan publik serta menghadirkan pemberitaan yang tepat, berimbang, dan bertanggung jawab.(Red.)*
Komentar