“Para Bhikkhu menjadikan dirinya sebagai ladang kebajikan bagi umat. Dari sana, umat belajar untuk berbagi, membantu sesama, dan menumbuhkan kepedulian sosial,” katanya.
Dalam prosesi tersebut, umat memberikan berbagai bentuk dana dan bantuan, seperti makanan, obat-obatan, pakaian, hingga pawarana atau dana fleksibel yang akan digunakan sesuai kebutuhan para Bhikkhu maupun untuk mendukung kegiatan sosial.
Selain prosesi Pindapata, rangkaian Waisak Nasional 2026 juga diisi dengan berbagai kegiatan sosial, seperti donor darah dan pengobatan gratis bagi masyarakat, sebagai bentuk nyata pengabdian dan kepedulian kepada sesama.
Kevin Wu juga menyampaikan terima kasih kepada Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, yang dinilainya konsisten hadir dan memberikan dukungan moral dalam setiap pelaksanaan Waisak Nasional.
“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Menteri Agama yang setiap tahun menyempatkan hadir dan memberikan pesan-pesan inspiratif kepada umat,” tuturnya.
Tak hanya itu, Kevin turut mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, khususnya melalui Biro Dikmental, serta seluruh unsur pemerintah yang telah berkontribusi dalam kelancaran acara tersebut.
Sebagai wakil rakyat di Ibu Kota, Kevin menilai pelaksanaan Gema Waisak Pindapata Nasional menjadi bukti nyata bahwa kebebasan beribadah dan toleransi antarumat beragama di Jakarta berjalan dengan baik.
“Jakarta menunjukkan bahwa keberagaman dapat hidup berdampingan dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika, Pancasila, dan NKRI. Ini menjadi pesan penting bagi kita semua untuk terus menjaga kerukunan umat beragama,” tegasnya.
Ia berharap Gema Waisak Pindapata Nasional dapat terus diselenggarakan setiap tahun sebagai sarana mempererat persaudaraan, menumbuhkan kepedulian sosial, serta memperkuat nilai-nilai toleransi dan harmoni di tengah masyarakat Indonesia.(Red)*
Komentar