Seputarpublik.com, BONDOWOSO — Di lereng Ijen, yang selama berpuluh - puluh tahun dikenal sebagai salah satu penghasil kopi arabika terbaik di Indonesia, kegelisahan itu justru tumbuh subur di sini. Bukan karena cuaca atau harga pasar merosot, melainkan akibat konflik lahan yang tak kunjung tuntas. Bagi ribuan buruh Perkebunan Nusantara, kebun kopi ini bukan sekedar hamparan tanaman, tetapi sumber penghidupan dan ruang hidup, sekaligus disini ada masa depan keluarga mereka.
Pada Selasa (6/1), kegelisahan itu memuncak. Ribuan pekerja yang tergabung dalam Serikat Pekerja Perkebunan Nusantara XII (SPBUN NXII) mendatangi Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso. Dengan melakukan aksi damai, mereka menyuarakan kekecewaannya atas konflik yang berkepanjangan, di kawasan Kebun Java Coffee Estate (JCE) dan Kebun Blawan, kawasan perkebunan kopi negara di bawah pengelolaan PTPN yang berada di sekitar Ijen.
Aksi tersebut bukan merupakan sekadar tuntutan normatif. Ini menjadi potret kelelahan psikologis para pekerja yang dari sejak September 2023 bekerja dalam bayang - bayang ketidakpastian hukum, intimidasi, serta ancaman keselamatan.
Komentar