Beranda
Seputar Publik / Berita

Kopi Ijen PalmCo Tembus Pasar AS dan Inggris

Ekspor lebih dari 50 ton kopi Arabika jadi bukti daya saing global kopi Indonesia di segmen premium
Pengiriman kopi Arabika Ijen-Bondowoso oleh PalmCo yang berhasil menembus pasar Amerika Serikat dan Inggris pada awal 2026. Pengiriman kopi Arabika Ijen-Bondowoso oleh PalmCo yang berhasil menembus pasar Amerika Serikat dan Inggris pada awal 2026.

Seputarpublik.com, BONDOWOSO — Kinerja ekspor kopi Indonesia pada awal 2026 menunjukkan tren positif. Salah satunya ditorehkan PTPN IV PalmCo, bagian dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), melalui pengiriman kopi Arabika dari kawasan Ijen, Bondowoso, Jawa Timur, yang berhasil menembus pasar Amerika Serikat dan Inggris.

Melalui unit Java Coffee Estate, perusahaan mencatat ekspor lebih dari 50 ton kopi Arabika pada pengiriman awal tahun ini. Inggris menjadi tujuan utama dengan volume sekitar 36 ton, disusul Amerika Serikat sebesar 19,2 ton.

Secara nilai, ekspor ke Inggris mencapai lebih dari 280.000 dolar AS, sementara ke Amerika Serikat sekitar 151.000 dolar AS, dengan total transaksi melampaui Rp7 miliar.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menyebut capaian ini sebagai indikator meningkatnya daya saing kopi Jawa di pasar internasional, khususnya pada segmen specialty coffee.

“Permintaan dari negara-negara maju menunjukkan bahwa kualitas kopi Arabika dari Ijen mampu memenuhi standar ketat, baik dari sisi rasa maupun konsistensi,” ujarnya.

Menurutnya, perusahaan tidak hanya berfokus pada peningkatan volume ekspor, tetapi juga membangun ekosistem bisnis kopi yang berkelanjutan dan bernilai tambah.

Upaya tersebut sejalan dengan penguatan identitas Bondowoso sebagai sentra kopi unggulan nasional. Pemerintah daerah setempat bahkan mengusung branding “Bondowoso Republik Kopi” untuk memperluas pengakuan di pasar global.

Penguatan Hulu dan Hilir

Di sisi hulu, Manajer Java Coffee Estate, Hastudy Yunarko, menjelaskan bahwa perusahaan tengah menjalankan program peremajaan tanaman (replanting) guna menjaga produktivitas kebun.

“Sebagian tanaman sudah memasuki usia tidak produktif, sehingga perlu diganti dengan bibit unggul tersertifikasi,” jelasnya.

Selain itu, perusahaan menerapkan Good Agricultural Practices (GAP) dan memperkuat sistem ketertelusuran (traceability) untuk memenuhi standar pasar global, khususnya pada segmen kopi premium.

Di sektor hilir, modernisasi dilakukan pada proses pascapanen, termasuk pengolahan dan penyimpanan biji kopi guna menjaga kualitas sebelum ekspor.

“Pembeli saat ini tidak hanya melihat kualitas rasa, tetapi juga aspek keberlanjutan dan transparansi proses produksi,” tambah Hastudy.

Peluang Ekspansi Global

Pengiriman ke Amerika Serikat dan Inggris pada awal tahun ini dinilai sebagai langkah awal untuk memperluas penetrasi pasar global. Dengan dukungan program peremajaan dan optimalisasi kebun, perusahaan optimistis dapat meningkatkan volume ekspor ke berbagai negara tujuan lain sepanjang 2026.

“Kami melihat peluang pasar masih terbuka lebar, terutama untuk kopi premium dengan karakter rasa yang kuat,” tutupnya.(Adv)*