Nurisa mengumpulkan total 139 poin, sedangkan pemanah Filipina tersebut mengakhiri pertandingan dengan 137 poin.
Dalam lima end, Nurisa mencatatkan skor masing-masing 28, 27, 29, 26, dan 29 poin. Sementara Cojuangco membukukan 28, 26, 29, 27, dan 27 poin.
Dengan kemenangan tersebut, Nurisa berhak atas medali emas, sedangkan Cojuangco meraih perak. Medali perunggu nomor tersebut diraih pemanah Korea Selatan, Kang Yeonseo.
Emas Pertama Panahan Indonesia di Asian Games
Prestasi Nurisa menjadi catatan penting dalam perjalanan panahan Indonesia di Asian Games.
Sebelum 2026, Indonesia telah beberapa kali meraih medali perak dari cabang panahan, termasuk melalui tim recurve putra pada Asian Games 1982, tim recurve putri pada 1994, dan Diananda Choirunisa pada nomor individual recurve putri Asian Games 2018.
Namun, medali emas dari cabang panahan baru berhasil diraih Indonesia melalui Nurisa Dian Ashrifah di Aichi-Nagoya 2026.
Kemenangan tersebut sekaligus menempatkan Nurisa sebagai bagian dari sejarah baru panahan Indonesia di ajang Asian Games.
Emas Kelima Indonesia
Komentar