Seputar Publik / Berita

Petasan Maulid Meledak hingga Dini Hari, Warga Protes dan Pemkot Kebayoran Lama Turun Tangan

Panitia menyampaikan permohonan maaf dan membuat pernyataan tidak mengulangi kejadian, sementara warga yang merasa dirugikan menyatakan keberatan dan mempertimbangkan jalur hukum.
Pemerintah Kecamatan Kebayoran Lama menggelar mediasi terkait keluhan warga atas penggunaan petasan dan kembang api dalam kegiatan Maulid Nabi di kawasan Pondok Pinang, Jakarta Selatan. Pemerintah Kecamatan Kebayoran Lama menggelar mediasi terkait keluhan warga atas penggunaan petasan dan kembang api dalam kegiatan Maulid Nabi di kawasan Pondok Pinang, Jakarta Selatan.

Meski demikian, persoalan tersebut belum sepenuhnya berhenti pada permintaan maaf. Sejumlah warga yang merasa dirugikan menyatakan keberatan dan berencana menempuh jalur hukum.

«“Para warga yang merasa dirugikan berkeberatan dan akan menempuh jalur hukum,” kata Dina.»

Petasan Disebut Menyala hingga Pukul 01.00 WIB

Persoalan bermula dari kegiatan Maulid Nabi di kawasan Jalan Keramat 2, Pondok Pinang, Jakarta Selatan, Sabtu (3/10/2026) malam.

Pada waktu yang bersamaan, terdapat keluarga warga yang menggelar pengajian dan haul untuk almarhum anggota keluarga mereka.

Menurut keterangan yang disampaikan dalam mediasi, petasan dalam kegiatan Maulid Nabi tersebut dinyalakan berulang kali hingga sekitar pukul 01.00 WIB. Kondisi itu kemudian memicu keluhan karena berlangsung ketika sebagian warga sedang beristirahat.

Situasi selanjutnya memanas setelah terjadi kericuhan antara warga yang memprotes kegiatan dengan panitia penyelenggara.

Salah satu warga yang terdampak, Amanda Andono (50), mengaku mengalami dugaan penganiayaan bersama anaknya yang berkebutuhan khusus.

Tulis Komentar

Komentar