"Kawasan ini dulu dikenal sebagai daerah yang kumuh. Namun berkat kerja sama berbagai pihak, alhamdulillah kini dapat ditata menjadi jauh lebih baik," ujarnya.
Pramono juga mengingatkan bahwa sekitar lima tahun lalu kawasan Kemanggisan pernah mengalami banjir besar hingga ketinggian air mencapai atap rumah warga. Oleh karena itu, ia menegaskan pentingnya pemeliharaan infrastruktur secara berkelanjutan setelah pembangunan selesai.
Ia turut menginstruksikan Wali Kota Jakarta Barat, Sekretaris Kota, camat, hingga lurah setempat untuk menjaga jalan inspeksi dari keberadaan bangunan liar yang berpotensi menghambat akses petugas.
"Setelah jalan inspeksi selesai dibangun, tidak boleh ada bangunan liar di atasnya. Membangun memang penting, tetapi merawat infrastruktur yang telah dibangun jauh lebih penting agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang," tegasnya.
Dengan rampungnya pembangunan tanggul dan jalan inspeksi Kali Grogol Segmen Kemanggisan pada 2026, Pemprov DKI Jakarta berharap kapasitas pengendalian banjir di wilayah Jakarta Barat semakin meningkat, sekaligus menciptakan lingkungan sungai yang lebih aman, bersih, tertata, dan nyaman bagi masyarakat. (*/hel)
Komentar