Menurut Rury, strategi tersebut mulai menunjukkan perkembangan. Porsi ekspor CPO perusahaan meningkat dari 1% pada 2024 menjadi 10% hingga September 2026.
“Insya Allah, tahun depan kami menargetkan porsi ekspor mencapai 25 persen, atau kurang lebih sekitar 759.000 ton,” ujar Rury.
Target tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan memperluas jangkauan pemasaran dan meningkatkan akses langsung ke pasar internasional.
Perkuat Ketertelusuran dan Sertifikasi Keberlanjutan
Menghadapi persyaratan EUDR, Rury menyatakan bahwa perusahaan memiliki perkebunan yang menurutnya dapat mendukung pemenuhan persyaratan terkait riwayat penggunaan lahan dan ketertelusuran produk.
Ia juga menyebut sertifikasi keberlanjutan, baik nasional maupun internasional, sebagai bagian dari upaya mendukung akses pasar. Sertifikasi yang disebutkan antara lain Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) dan Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO).
“Perkebunan kami diwariskan dari zaman kolonial Belanda. Jadi, dapat dipastikan bahwa tidak ada deforestasi baru, tidak ada pendudukan lahan masyarakat, dan tidak ada konversi lahan hutan,” urai Rury.
Komentar