“Di peta sawit nasional, luasan PTPN berada di kisaran 5 persen. Kita tidak akan bisa bersaing dengan 53 persen pihak swasta jika berdiri sendiri. Kekuatan baru akan tercipta jika kita menggandeng dan mengintegrasikan 42 persen kekuatan petani sawit rakyat,” kata Arya.
Ia menjelaskan, daya saing perusahaan perkebunan negara tidak cukup hanya bertumpu pada perluasan maupun peningkatan produktivitas kebun inti. Integrasi petani rakyat ke dalam sistem produksi yang terstruktur dinilai dapat memperkuat pasokan bahan baku, meningkatkan efisiensi, serta menciptakan nilai ekonomi yang dapat dinikmati bersama.
Strategi tersebut sejalan dengan arah kebijakan Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, yang menempatkan penguatan kemitraan dan percepatan Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) sebagai bagian dari pengembangan bisnis perusahaan.
Melalui pendampingan perkebunan rakyat, peningkatan produktivitas, serta kepastian penyerapan tandan buah segar (TBS), PalmCo berupaya membangun hubungan usaha yang saling menguntungkan sekaligus memperkuat fondasi pasokan untuk mendukung pengembangan industri hilir kelapa sawit.
Komentar