Seputar Publik / Berita

PTPN IV PalmCo Gandeng Petani Sawit Rakyat, Bidik Pasokan 85% pada 2030

Perkuat kemitraan dan percepat Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), PTPN IV PalmCo dorong produktivitas kebun, kepastian pasar TBS, serta daya saing industri sawit nasional.
PTPN IV PalmCo memperkuat kemitraan dengan petani sawit rakyat melalui peningkatan produktivitas, percepatan peremajaan kebun, dan kepastian penyerapan TBS untuk menopang daya saing industri kelapa sawit nasional. PTPN IV PalmCo memperkuat kemitraan dengan petani sawit rakyat melalui peningkatan produktivitas, percepatan peremajaan kebun, dan kepastian penyerapan TBS untuk menopang daya saing industri kelapa sawit nasional.

Sori mengatakan kontribusi TBS dari kebun mitra terhadap total pasokan perusahaan terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Pada 2019, kontribusi pasokan dari kemitraan disebut berada pada kisaran 9 persen. Seiring perluasan kemitraan dan peningkatan kapasitas produksi kebun rakyat, porsinya kini mencapai sekitar 34 persen.

Kontribusi tersebut diproyeksikan meningkat menjadi 45 persen dalam jangka menengah, sebelum mencapai target 85 persen pada 2030 sesuai arah Rencana Jangka Panjang (RJP) perusahaan.

Menurut Sori, peningkatan porsi pasokan tersebut memperlihatkan pergeseran model bisnis perkebunan yang semakin mengandalkan kolaborasi dengan petani rakyat, tanpa mengesampingkan penguatan produktivitas kebun inti.

Target produktivitas 24,5 ton per hektare pada 2026

Untuk 2026, PTPN IV Regional III memproyeksikan produktivitas kebun mencapai 24,5 ton per hektare. Sementara itu, pembelian TBS dari kemitraan PSR ditargetkan menembus satu juta ton, meningkat dibandingkan rata-rata tahun sebelumnya yang berada di kisaran 900.000 ton.

Penguatan kinerja operasional tersebut diharapkan turut menopang proyeksi laba perusahaan sebesar Rp3,1 triliun pada tahun ini.

“Tahun ini kami memproyeksikan pencapaian produktivitas di angka 24,5 ton per hektare. Dari sisi kemitraan, pembelian TBS dari program PSR ditargetkan mencapai satu juta ton, melampaui rata-rata tahun sebelumnya yang berada di kisaran 900 ribu ton. Hal ini diharapkan bermuara pada capaian estimasi laba sebesar Rp3,1 triliun,” ujar Sori.

Ia menekankan bahwa peningkatan kinerja perusahaan harus berjalan beriringan dengan kemajuan petani mitra. Sebab, keberlanjutan industri kelapa sawit nasional tidak hanya ditentukan oleh kemampuan perusahaan meningkatkan produksi, tetapi juga oleh kekuatan ekonomi petani yang menjadi bagian dari rantai pasoknya.

Melalui penguatan kemitraan, percepatan peremajaan kebun, serta kepastian penyerapan hasil panen, PTPN IV PalmCo berupaya membangun ekosistem perkebunan yang semakin terintegrasi dan produktif, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi perusahaan maupun masyarakat.(Red.)*

Seputarpublik.com — Tepat dan Berimbang.

Tulis Komentar

Komentar