Ia juga menegaskan bahwa dalam pemusatan latihan nasional (Pelatnas) nanti akan diterapkan sistem promosi dan degradasi atlet secara berkala.
> “Evaluasi dilakukan setiap bulan. Atlet yang tidak menunjukkan peningkatan kualitas fisik, teknik, taktik permainan, dan mental akan digantikan oleh atlet dengan peringkat berikutnya,” tambahnya.
Selain seleknas, PB PSTI juga akan menggelar Liga Sepak Takraw Nasional pada April 2026 sebagai bagian dari sistem pembinaan dan pemantauan performa atlet.
Para peserta seleknas menjalani serangkaian tahapan seleksi, mulai dari uji teknik dasar, strategi permainan, kondisi fisik, hingga simulasi pertandingan. PB PSTI menargetkan seleksi ini menghasilkan komposisi atlet yang kompetitif dan siap menjalani program pelatnas secara terukur.
Seleknas ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan prestasi sepak takraw Indonesia sekaligus memperkuat regenerasi atlet nasional menuju panggung olahraga Asia. {red}*
Komentar