Seputarpublik.com || CIKARANG BEKASI, — Komedian, penyanyi, aktor, presenter, sekaligus kreator konten YouTube, Sule atau Entis Sutisna, meluncurkan single terbarunya berjudul Tukang Hujat bersama penyanyi muda Sallsa Bintan. Peluncuran berlangsung di Empire Cafe, Kompleks Jababeka II, Jalan Niaga Raya, Mekarmukti, Cikarang Utara, Jumat malam (16/10/2026).
Acara yang dimulai sekitar pukul 20.00 WIB tersebut dihadiri para penggemar, tamu undangan VIP, dan awak media. Penampilan Sule bersama Sallsa Bintan menjadi salah satu agenda utama dalam peluncuran lagu yang mengangkat fenomena hujatan di media sosial.
Keduanya tampil di atas panggung membawakan karya terbaru tersebut. Acara juga diisi dengan pemutaran perdana video musik, sesi bincang-bincang bersama pengunjung, penampilan langsung, serta wawancara dan *doorstop* dengan awak media.
#M“Tukang Hujat”, Kritik Sosial dalam Balutan Hipdut Satire
Sule menjelaskan bahwa lagu *Tukang Hujat* lahir dari pengamatannya terhadap fenomena komentar negatif yang kerap dialami berbagai kalangan, termasuk figur publik di media sosial.
Menurutnya, kesuksesan, penampilan fisik, maupun popularitas seseorang tidak selalu membuatnya terhindar dari hujatan warganet.
“Siapa pun orang bisa dihujat. Orang itu sukses dihujat, orang itu cantik atau jelek tetap dihujat. Apalagi kalau kita tidak sukses, bisa dihujat habis-habisan di medsos. Apalagi figur publik, pasti saja dihujat. Makanya, kita berdua membuat single lagu genre baru, Hipdut Satire,” ujar Sule dalam sesi wawancara.
Ia menyebut *Tukang Hujat* bukan sekadar lagu dangdut biasa, melainkan perpaduan musik hip-hop dan dangdut yang mereka sebut sebagai **Hipdut**. Unsur satire digunakan untuk menyampaikan kritik sosial dengan pendekatan hiburan.
“‘Tukang Hujat’ bukan dangdut biasa. Kami menyebutnya Hipdut, perpaduan antara hip-hop dan dangdut,” jelas Sule.
Menurut Sule, lagu tersebut diharapkan dapat menjadi hiburan sekaligus mengajak pendengar menyikapi komentar negatif di media sosial dengan lebih positif.
Kolaborasi Sule dan Sallsa Bintan
Sallsa Bintan mengaku terkejut ketika pertama kali mendapat tawaran berkolaborasi dengan Sule. Ia awalnya mengira ajakan tersebut hanya candaan, tetapi kemudian menyadari bahwa proyek musik itu benar-benar dipersiapkan.
“Tawaran ini sangat surprise, karena awalnya kaget diajak Kang Sule, kirain bercanda ternyata serius. Pas rekaman malah banyak ketawanya, tapi totalitas Kang Sule itu luar biasa,” ungkap Sallsa.
Ia berharap single Tukang Hujat dapat diterima masyarakat, khususnya pendengar yang ingin menikmati musik dengan pesan sosial yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
“Single ini kita berdua berharap dapat diterima oleh masyarakat, karena lagu ini khusus para haters dan yang senang menghujat di medsos,” imbuh Sallsa.
Kolaborasi tersebut memadukan karakter komedi Sule dengan penampilan vokal Sallsa Bintan. Melalui pendekatan satire, keduanya mengangkat tema yang akrab dengan kehidupan pengguna media sosial.
Sule Terbuka untuk Road Show di Jawa Barat
Dalam sesi tanya jawab, Sule juga ditanya mengenai kemungkinan menggelar tur promosi atau *road show* ke sejumlah wilayah di Jawa Barat, seperti Bandung, Cimahi, dan Tasikmalaya.
Sule menyatakan terbuka terhadap rencana tersebut apabila ada pihak yang bersedia mendukung penyelenggaraan acara.
“Saya tentunya mau saja road show di sekitaran Jawa Barat, asalkan ada yang ingin menjadi sponsor untuk acara show kita berdua,” kata Sule.
Ia berharap karya terbarunya dapat menjangkau lebih banyak pendengar melalui pertunjukan langsung maupun distribusi musik dan video musik.
Dalam kesempatan itu, Sule juga menjelaskan bahwa lagu Tukang Hujat ditulis olehnya dengan melibatkan Sallsa Bintan dalam proses kreatif. Ia menyebut lagu tersebut sebagai sarana hiburan bagi masyarakat yang sekaligus mengangkat fenomena hujatan di ruang digital.
Sule, yang memiliki nama lengkap Entis Sutisna, lahir pada 15 November 1976 dan dikenal luas melalui kiprahnya di dunia komedi serta hiburan Indonesia.
Melalui Tukang Hujat, Sule dan Sallsa Bintan menawarkan perpaduan musik hip-hop dan dangdut dengan pesan satire tentang kebiasaan menghujat di media sosial. Keduanya berharap lagu tersebut dapat diterima masyarakat sekaligus mengajak pendengar untuk tetap berpikiran positif dalam menghadapi komentar negatif.
*(Penulis; Jojo)