Selama sekitar lima dekade berkarya, ia tidak hanya memperkenalkan seni lukis Betawi di Jakarta, tetapi juga membawanya ke berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara.
Di dalam negeri, pameran-pameran karyanya telah berlangsung di sejumlah kota, antara lain Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Malang, Surabaya, Bali, Makassar, Jayapura, serta berbagai daerah lainnya.
Dari ruang-ruang pamer di berbagai kota tersebut, Sarnadi terus mengangkat kehidupan masyarakat dan kebudayaan Betawi sebagai sumber gagasan.
Lingkungan, aktivitas masyarakat, pasar tradisional, tradisi, hingga kehidupan sehari-hari menjadi bagian dari objek yang diterjemahkannya ke dalam bahasa seni rupa.
Perjalanan itu kemudian meluas ke kawasan Asia. Karyanya pernah hadir dalam berbagai pameran di Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, Brunei Darussalam, dan Korea Selatan. Jejaknya juga menjangkau China dan Jepang, antara lain melalui pameran di Shenzhen, Beijing, dan Tokyo.
Perjalanan artistiknya berlanjut ke Eropa. Sarnadi menyebut sejumlah pameran yang membawanya ke Amsterdam, Rotterdam, Den Haag, Bergen, dan Warmenhuizen, serta berbagai kota dan negara lainnya, termasuk Belgia, Prancis, Jerman, Norwegia, Swiss, dan Swedia.
Komentar