Selama perjalanan, ANTARA mengombinasikan transmisi pada posisi D dan E (Eco). Adapun impresi selama berkendara cukup menyenangkan. Saat pedal gas diinjak perlahan, akselerasi terasa mantap dengan tenaga yang tergolong instan.
Tidak ada kendala berarti selama melibas Jalan Tol Purbaleunyi yang dikenal memiliki trek menanjak dan menurun yang cukup panjang. Tenaga yang disemburkan Gelora E terasa stabil saat dipacu konstan di kecepatan 70 km/jam.
Perjalan Jakarta – Bandung ditempuh dalam waktu sekitar tiga jam. Sisa baterai yang tertera pada layar multi information display (MID) sebesar 37 persen. Artinya, perjalanan tersebut menghabiskan baterai 63 persen. Adapun kapasitas baterai dari Gelora E sendiri yakni 42 kWh.
Jika dikalkulasikan, maka total pemakaian baterai selama perjalanan adalah 26,46 kWh, hasil dari 42 kWh dikalikan 63 persen.
Dengan total jarak tempuh Jakarta – Bandung yang sejauh 157 km, maka 1 kWh dapat menempuh jarak 5,93 km.
Jika dirupiahkan, untuk menempuh jarak 157 km, maka biaya yang dibutuhkan adalah Rp44.955. Angka tersebut diperoleh dari 26,46 kWh dikalikan Rp1.699.
Rp1.699 merupakan tarif listrik per kWh pada daya 3.500 VA. Diketahui, DFSK Gelora E bisa diisi daya menggunakan listrik rumah tangga dengan daya minimal 3.500 VA.
Dalam kegiatan tersebut, DFSK turut menggelar kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan dengan menyumbangkan 2,5 ton semen untuk membantu renovasi Masjid Mabdaul Khairat yang berlokasi di kawasan Babakan Priangan, Bandung, Jawa Barat.
Komentar