Seputar Publik / Berita

BPN Perkuat Ketahanan Pangan Nasional, Dorong Diversifikasi dan Stabilitas Harga demi Kesejahteraan Rakyat

Perpres 81/2024 jadi pijakan, stok beras 3,3 juta ton dan ribuan Gerakan Pangan Murah bukti strategi menuju kedaulatan pangan Indonesia
Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional (BPN) Dr. Drs. Sarwo Edhy menegaskan penguatan ketahanan pangan nasional sebagai fondasi kedaulatan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional (BPN) Dr. Drs. Sarwo Edhy menegaskan penguatan ketahanan pangan nasional sebagai fondasi kedaulatan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Salah satu langkah strategis pemerintah adalah penerbitan Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2024 tentang penganekaragaman konsumsi pangan berbasis sumber daya lokal. Kebijakan ini mendorong masyarakat untuk tidak hanya bergantung pada beras sebagai sumber karbohidrat utama. Indonesia memiliki sekitar 76 jenis komoditas karbohidrat alternatif yang berpotensi dikembangkan sebagai pengganti nasi.

Dalam mendukung kebijakan tersebut, BPN melakukan pembinaan terhadap pelaku UMKM industri pangan agar mampu memproduksi pangan alternatif berbasis komoditas lokal. Sosialisasi kepada masyarakat dan pelaku usaha terus dilakukan untuk memperluas pengembangan industri pangan non-beras.

> “Makan kenyang itu tidak harus nasi,” tegas Sarwo Edhy.

Ia juga menekankan bahwa ketahanan pangan memerlukan kebijakan berorientasi pasokan dan stabilisasi, bukan kepentingan politis. Pemerintah dituntut memperkuat produksi, memperbaiki infrastruktur distribusi, membangun sarana jalan, serta menyediakan fasilitas penyimpanan guna memperpanjang umur simpan komoditas.

Dalam menjaga stabilisasi harga dan pasokan, BPN telah menjalankan berbagai program strategis. Hingga kini, stabilisasi harga beras mencapai sekitar 900 ton, serta program SPHP Jagung sebanyak 52.000 ton pada 2025 dengan target 500.000 ton pada 2026.

Tulis Komentar

Komentar