Hal serupa disampaikan Ahmad Haiqal yang menilai teknik pernapasan dan penggunaan kata ketika menjadi MC penting untuk menghadapi dunia kerja.
Sementara itu, Sekar Arum menilai kegiatan menarik karena peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga melakukan praktik secara langsung.
Peserta lainnya juga memberikan sejumlah masukan, antara lain perlunya lebih banyak praktik kelompok, permainan yang berkaitan dengan materi, serta durasi pelatihan yang lebih panjang agar siswa memiliki kesempatan lebih banyak untuk berlatih.
Dalam sesi tanya jawab, siswa juga aktif membahas persoalan komunikasi bisnis, termasuk bagaimana membangun komunikasi dengan klien serta menghadapi situasi yang melibatkan teman agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Menutup kegiatan, Nurlina mengapresiasi antusiasme siswa kelas XII Manajemen Perkantoran 1 dan 2. Ia berharap materi yang diberikan tidak berhenti pada pemahaman selama pelatihan, tetapi dapat dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari, organisasi, pendidikan, maupun sebagai bekal memasuki dunia kerja.
Pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan pengalaman praktis kepada siswa dalam meningkatkan kepercayaan diri, mengenali potensi diri, membangun personal branding, serta mengembangkan kemampuan komunikasi dan public speaking.
* Penulis: Adinda Nurmeylia dan Zacky Sobri Zamzamy
Komentar