Menurut Taufik, kritik tersebut didasarkan pada data keuangan daerah yang menjadi perhatiannya. Ia menyebut target pendapatan daerah dalam dokumen KUA-PPAS mengalami penyesuaian dibandingkan proyeksi awal 2026.
Dalam keterangannya, target yang sebelumnya disebut berada di kisaran Rp10,27 triliun kemudian diproyeksikan turun menjadi sekitar Rp9,512 triliun.
Sementara itu, berdasarkan catatan Sistem Informasi Keuangan Daerah (SIKD) Kementerian Keuangan yang dikutip Taufik hingga akhir Agustus 2026, realisasi PAD Banten disebut mencapai sekitar Rp2,89 triliun, atau 38,58 persen dari target PAD 2026 sebesar Rp7,49 triliun.
Angka tersebut menjadi perhatian karena pada saat yang sama realisasi investasi Banten tercatat tinggi. Taufik menyebut realisasi investasi Banten pada tahun sebelumnya mencapai Rp130,2 triliun, sementara pada semester pertama 2026 nilainya disebut telah melampaui Rp66 triliun.
Taufik menilai kondisi tersebut perlu dikaji lebih lanjut untuk mengetahui faktor yang menyebabkan pertumbuhan investasi belum sepenuhnya tercermin dalam peningkatan PAD.
Komentar