Seputar Publik / Nusantara

Jejak Langkah Jenderal Hafil, Putra Meukek Aceh Selatan

Mayor Jenderal (Purn) TNI Abdul Hafil Fuddin, putra Meukek, Aceh Selatan Mayor Jenderal (Purn) TNI Abdul Hafil Fuddin, putra Meukek, Aceh Selatan

Meski penting, lanjut Hafil, sektor riil sering menghadapi berbagai tantangan seperti perubahan teknologi, fluktuasi harga komoditas, dan urbanisasi. Ini dapat mempengaruhi pertumbuhan sektor riil. “Memahami sektor riil dan bagaimana cara memperbaiki masalahnya sangat penting bagi pembuat kebijakan dan masyarakat umum,” jelas Jendral Hafil.

Jendral Hafil juga menggambarkan bagaimana sektor riil perikanan di kabupaten leluhurnya, Aceh Selatan, dari tahun ke tahun “dimainkan” oleh para tengkulak. “Kita belum bisa mengubah potensi laut, pertanian, perkebunan, peternakan dan potensi-potensi lain menjadi sebuah kekuatan yang besar dan hebat,” tegas Jendral Hafil.

Ikan-ikan di Aceh Selatan, katanya, masih dimodali oleh investor dari luar. Begitu nelayan pulang melaut, tiba di darat, ikan-ikan itu dimasukkan ke dalam truk dan langsung di bawa keluar Aceh.

Di sini, menurut Jendral Hafil, pemerintah lengah. Seharusnya dibuat regulasi agar ikan-ikan itu bisa dimasukkan ke cold storage yang dibangun pemerintah dan dikelola dengan benar. Sehingga saat ikan-ikan itu keluar sudah dalam bentuk kalengan, atau kotak. “Tapi yang terjadi sekarang, begitu ikan turun dari kapal langsung dibawa kabur keluar,” ungkap lelaki 61 tahun ini dengan nada kecewa.

Tulis Komentar

Komentar