Kompetensi ini pula yang mencakup, kemampuan spiritual, intelektual, dan phisikal. Ada hati yang yang harus dibina dengan iman. Ada otak atau fikiran yang mesti diisi dengan ilmu. Ada raga yang harus dibimbing dengan amal.
Inilah yang kita maksud dengan Tarbiyah Ruhiyah (spiritual education), tarbiyah fikriyah (intellectual education), dan tarbiyah jasadiyah (physical education).
Proses tarbiyah itu, berkelanjutan. Dari buaian sampai liang lahat. Karena memang tantangan dan dinamika kehidupan juga akan terus menerus sampai dunia berakhir.
Maka, untuk menjadi sukses dalam kehidupan, berhasil menjalankan agenda perubahan, sukses dalam kepemimpinan, berhasil menjalankan amanah apapun, harus ikut program pendidikan dan pelatihan. Harus aktif dalam pembinaan. Kontributif dalam tarbiyah. Karena tugas pemuda, selain menjadi shalih, juga mesti bisa menjadi mushlih. Disamping menjadi baik, harus pula bisa memperbaiki.
Dalam kompetensi dan profesionalisme itulah terkandung Character (ketulusan, keteguhan, ketabahan, keberanian, kejujuran, kedisiplinan, optimisme, dsb), Collaborative (kerjasama, kerja keras, produktivitas, dll), Connected (visi, kreatifitas, inovasi, komunikasi, kepedulian, dll). Inilah modal pemuda sebagai agent of change.
Komentar