Seputar Publik / Opini

Merawat Budaya Sunda dalam Semangat Sumpah Pemuda

Oleh: Dadang Rachmat, S.H. | Ketua MASDA Jabar DKI Jakarta
Dadang Rachmat, S.H., Ketua MASDA Jabar DKI Jakarta, mengajak masyarakat Sunda dan generasi muda menjadikan momentum Hari Sumpah Pemuda 2026 sebagai penguat komitmen dalam merawat budaya daerah, mempererat persaudaraan, dan menjaga persatuan Indonesia. Dadang Rachmat, S.H., Ketua MASDA Jabar DKI Jakarta, mengajak masyarakat Sunda dan generasi muda menjadikan momentum Hari Sumpah Pemuda 2026 sebagai penguat komitmen dalam merawat budaya daerah, mempererat persaudaraan, dan menjaga persatuan Indonesia.

Seputarpublik.com || JAKARTA, -- Peringatan Hari Sumpah Pemuda setiap 28 Oktober bukan sekadar mengenang ikrar para pemuda pada 1928. Momentum ini juga mengingatkan kita bahwa keberagaman budaya merupakan bagian penting dari kekuatan bangsa Indonesia. Di tengah semangat persatuan itu, masyarakat Sunda memiliki tanggung jawab untuk merawat warisan budaya sekaligus menjadikannya bagian dari kehidupan kebangsaan.

Budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu yang disimpan dalam upacara atau pertunjukan. Budaya hidup melalui bahasa yang digunakan, nilai yang diwariskan, sikap dalam pergaulan, serta cara masyarakat membangun hubungan dengan sesama.

Dalam tradisi Sunda, nilai silih asah, silih asih, silih asuh mengajarkan pentingnya saling mencerdaskan, menyayangi, dan membimbing. Sementara itu, prinsip someah hade ka semah mencerminkan keramahan dalam menerima orang lain. Nilai-nilai tersebut tetap relevan untuk membangun kehidupan yang rukun di tengah masyarakat yang beragam.

Tulis Komentar

Komentar