Pesan itu relevan bagi masyarakat Sunda saat ini. Mencintai budaya sendiri tidak berarti merasa lebih tinggi daripada budaya lain. Sebaliknya, pengenalan terhadap identitas sendiri seharusnya menumbuhkan penghormatan terhadap keberagaman.
Generasi muda Sunda perlu diberi ruang untuk mengenal akar budayanya sekaligus mengembangkan kreativitas. Mereka dapat menghadirkan budaya melalui musik, film, sastra, konten digital, hingga berbagai kegiatan komunitas. Dengan demikian, budaya tidak berhenti sebagai warisan, tetapi terus berkembang tanpa kehilangan nilai dasarnya.
Sebagai Ketua MASDA Jabar DKI Jakarta,. penulis memandang upaya merawat budaya Sunda perlu dibangun melalui kebersamaan dan keterlibatan lintas generasi. Masyarakat Sunda di Jakarta dan daerah lainnya memiliki pengalaman hidup yang beragam. Keragaman tersebut dapat menjadi kekuatan untuk memperluas persaudaraan, bukan alasan untuk menjauh satu sama lain.
Pada akhirnya, merawat budaya Sunda merupakan bagian dari tanggung jawab bersama untuk menjaga kekayaan Indonesia. Semangat Sumpah Pemuda mengingatkan kita bahwa kecintaan terhadap budaya daerah harus berjalan seiring dengan komitmen terhadap persatuan nasional.
Kita tidak perlu kehilangan jati diri untuk menjadi bagian dari Indonesia. Justru dengan mengenali dan merawat akar budaya, kita dapat berkontribusi lebih kuat bagi bangsa.
Selamat Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2026.
Urang Sunda, jaga budayana, kuatkeun duduluranana, tur babarengan ngawangun Indonesia.
*Penulis adalah; Ketua Majelis Adat Sunda (MASDA) Provinsi DKI Jakarta yang Juga merupakan Ketua Umum Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI)
Komentar